Tag Archives: secangkir kopi

Secangkir Kopi Revolusi

Apakah kita cukup berani untuk mengatakan yang benar sebagai sebuah kebenaran dan yang salah sebagai sebuah kesalahan? Atau kita bahkan tak tahu dengan jelas mana yang disebut kebenaran? Hingga kita mencampuradukkan keduanya.

Mari duduk bersamaku kawan. Kan kuseduhkan secangkir kopi sambil kita bercerita tentang kebenaran. Nalar kita akan tumpul jika tak sedikitpun kita berpikir tentang kehidupan. Jiwa kita akan mati jika terus terlena dengan kenikmatan dunia. Dan idealisme kita akan memudar jika api perlawanan terhadap kebatilan kita padamkan.

Sampai kapan kita mau dibohongi oleh rezim yang tak bertanggung jawab? Tentang klaim-klaim yang tidak ada faktanya sama sekali. Dan sampai kapan kita akan disengsarakan oleh gurita kapitalisme? Yang mencengkram lengan-lengan kita, menghisap sari pati kebahagiaan kita, dan mengambil segala sesuatunya dari kita.

Mari duduk bersamaku kawan. Kan kuseduhkan kopi paling nikmat. Dari bijih kopi yang tumbuh subur di kaki gunung Kilimanjaro. Kita akan menyeruput segelas kopi sambil berbicara tentang revolusi, tentang perubahan. Sekali waktu kita akan menjejakkan kaki di puncak Semeru. Meresapi belaian angin yang begitu dingin. Membawa seluruh impian kita tentang merubah dunia. Tentu kau masih yakin dengan impian itu kan? Impian yang juga telah digariskan Tuhan kita.

Kita akan menarik kembali kegemilangan dari puncak Baghdad. Kegemilangan yang diketahui oleh seluruh umat manusia sebagai kemajuan intelektual, bahkan di saat Eropa masih bermesra dengan kebodohan yang dibaluti Continue reading Secangkir Kopi Revolusi