Tag Archives: pluralisme

Toleransi atau Pluralisme?

 

toleransi1Jika ada seorang muslim berteriak, “Tidak ada agama yang benar kecuali Islam!”, maka ia bisa dituduh intoleran dan menebarkan benih permusuhan. Dalam era postmodern, toleransi selalu diasosiasikan dengan sikap menghargai agama lain dan tak saling menyalahkan. Artinya, seseorang dianggap toleran ketika ia menerima kebenaran agama lain. Klaim kebenaran adalah sikap intoleran dan mesti ditinggalkan. “Haram” hukumnya dalam era postmodern memaksakan kebenaran agama sendiri kepada pemeluk agama lain. Di sinilah relativisme Nietzche dipropagandakan. Dan seketika itu pula “global theology”-nya Jhon Hick laku keras, termasuk di Indonesia.

Apakah ketika seseorang eksklusif dalam beragama dianggap intoleran? Dalam pandangan Barat jawabannya “iya”. Mereka gemar menuding bahwa agama itu penyebab konflik. Adanya sikap menutup diri dan tidak terbuka terhadap kebenaran agama lain dikatakan sebagai benih-benih munculnya permusuhan. Jadi agar bisa bersikap toleran maka terimalah kebenaran agama lain, begitu kata mereka. Itulah sebabnya, slog an “extra ecclesiam nulla salus” (di luar Gereja tidak ada keselamatan) berganti menjadi teologi inklusif. Dari sinilah cikal bakal munculnya paham pluralisme.

Jadi sebenarnya apakah ada korelasinya antara sikap inklusif (terbuka) dengan toleransi? Apakah ketika seseorang mengakui kebenaran agama lain maka ia menjadi orang yang toleran? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka Continue reading Toleransi atau Pluralisme?

Advertisements

Dari Ide Pluralisme Ke Tren Teologi Global

Sebelum marak di Indonesia, gagasan pluralisme telah lama tumbuh dan berkembang di Eropa. Gagasan ini muncul sebagai konsekuensi logis dari konflik-konflik yang terjadi antara Gereja dan kehidupan di luar gereja. Adanya doktrin “di luar gereja tidak ada keselamatan” (extra ecclesiam nulla salus) yang dipegang teguh oleh Continue reading Dari Ide Pluralisme Ke Tren Teologi Global