Tag Archives: cinta

Hikayat Cinta Akhir Zaman

Oleh: Kusnady Ar-Razi

Konon, jika ada sepasang anak manusia memutuskan untuk mati bersama karena cinta, itu adalah pembuktian cinta sejati kata orang-orang. Cinta sejati dibawa sampai mati, begitu katanya. Mirip seperti roman picisan dari ranah Eropa, Romeo dan Juliet. Ada pula kisah Qais yang menunggui pusara Laila dalam keadaan putus asa selama 10 tahun. Lantaran ditinggal pujaan hati, Qais rela menghabiskan waktunya di atas tempat peristirahatan Laila. Dan pada akhirnya ia pun menemui ajalnya yang dinanti-nanti selama hidupnya agar bisa bertemu Laila di alam lain. Bagi para pemuja cinta tak peduli berapa banyak waktu yang telah mereka habiskan dan berapa banyak harta yang telah dikeluarkan, asalkan bisa bersama kekasih hati semua yang telah dihabiskan tak jadi persoalan. Dunia rasanya telah menjadi milik mereka berdua, sedangkan yang lain hanya numpang saja.

Entah mengapa kisah cinta seperti ini begitu melekat dalam kehidupan kita. Dari masa ke masa, generasi berganti generasi, kisah cinta semacam ini telah menginspirasi jutaan anak adam  melakukan aktivitas percintaan yang tak seharusnya. Di Barat, demi melanggengkan rasa cinta anak-anak muda bebas mengekspresikan cintanya. Sex before married adalah Continue reading Hikayat Cinta Akhir Zaman

Advertisements

Cinta dan Rangkaian Setia

Kita pasti lekat dengan kisah Hanzhalah r.a., seorang sahabat Rasul Saw yang utama. Seorang yang telah menorehkan lambang cinta yang merona merah di atas pucuk pepohonan dan bebatuan. Cinta yang ia lukis dalam beranda keabadian keteladanan generasi yang mulia. Perang Uhud menjadi ajang pembuktian bagi dirinya untuk membuktikan cinta yang meletup di dalam jiwanya. Padahal baru saja ia menikmati kemesraan dengan belahan jiwanya, Jamilah. Hanya semalam. Tetapi panggilan jihad bagi dirinya adalah panggilan cinta yang terindah. Ia memenuhi panggilan itu, walau di ruang hati masih berdenyut kerinduan yang mendalam. Dia telah menjadikan hawa nafsunya laksana tanah yang terinjak oleh kakinya.

“Aku melihat para Malaikat memandikan Hanzhalah bin Abu Amir di antara langit dan bumi dengan air embun di dalam bejana-bejana dari perak.” Begitulah Rasul Saw mengabarkan kepada para sahabat. Sungguh Allah tidak menyia-nyiakan iman dan amalnya.

Lalu cinta seperti apakah yang dimiliki Hanzhalah r.a.?

Perang Uhud juga menjadi saksi atas kelumpuhan tangan Abu Thalhah. Dia yang setia melindungi Rasulullah di saat terjadi pembangkangan para pasukan pemanah. Dengan keyakinan yang mantap ia berkata, “ya Nabiyullah, demi bapak dan ibuku, engkau jangan minggir, nanti panah orang-orang akan mengenaimu. Biarkan aku yang berkorban, jangan engkau….”

Bagi orang yang mencinta inilah bentuk pengorbanan yang tertinggi. Inilah bentuk kesetiaan pada ketaatan. Seperti perkataan Al-Baidhawi, “cinta adalah keinginan untuk taat.” Continue reading Cinta dan Rangkaian Setia