Category Archives: Puisi

Menuai inspirasi dari belantara imajinasi.

Mendekap Kebenaran

Oleh: Kusnady Ar-Razi

Saat paradigma materialisme digunakan untuk menerka,

sendi-sendi yang semula tegak berdiri menjadi lemah.

Manusia telah menjadi budak dari mainstream Kapitalisme

yang membutakan mata dan memekakkan telinga.

Mengapa banyak yang lari dari kebenaran?

Kebenaran yang terangkum di antara dua sampul kitab itu

telah sekian lama tak dijamah nalar

ironis…sungguh ironis….

Saat era postmo tumbuh menjadi racun

Manusia bebas “mendaur-ulang” kebenaran

Manusia pun bebas mendeportasi hukum Tuhan ke dalam keranjang sampah peradaban

Aduhai, inilah racun dunia….

Racun dunia yang ditenggak manusia dengan rasa haus yang menyesatkan

Ya Allah, saat manusia mulai congkak,

Saat manusia lari dari-Mu,

sembah sujudku pada-Mu

mengantarkan hamba dalam lautan kebenaran kalimat-Mu

mengantarkan hamba dalam pelukan kasih agama-Mu

mengantarkan hamba dalam dekapan kebenaran tunggal Islam

Alhamdulillah… Alhamdulillah…. []

Secangkir Kopi Revolusi

Apakah kita cukup berani untuk mengatakan yang benar sebagai sebuah kebenaran dan yang salah sebagai sebuah kesalahan? Atau kita bahkan tak tahu dengan jelas mana yang disebut kebenaran? Hingga kita mencampuradukkan keduanya.

Mari duduk bersamaku kawan. Kan kuseduhkan secangkir kopi sambil kita bercerita tentang kebenaran. Nalar kita akan tumpul jika tak sedikitpun kita berpikir tentang kehidupan. Jiwa kita akan mati jika terus terlena dengan kenikmatan dunia. Dan idealisme kita akan memudar jika api perlawanan terhadap kebatilan kita padamkan.

Sampai kapan kita mau dibohongi oleh rezim yang tak bertanggung jawab? Tentang klaim-klaim yang tidak ada faktanya sama sekali. Dan sampai kapan kita akan disengsarakan oleh gurita kapitalisme? Yang mencengkram lengan-lengan kita, menghisap sari pati kebahagiaan kita, dan mengambil segala sesuatunya dari kita.

Mari duduk bersamaku kawan. Kan kuseduhkan kopi paling nikmat. Dari bijih kopi yang tumbuh subur di kaki gunung Kilimanjaro. Kita akan menyeruput segelas kopi sambil berbicara tentang revolusi, tentang perubahan. Sekali waktu kita akan menjejakkan kaki di puncak Semeru. Meresapi belaian angin yang begitu dingin. Membawa seluruh impian kita tentang merubah dunia. Tentu kau masih yakin dengan impian itu kan? Impian yang juga telah digariskan Tuhan kita.

Kita akan menarik kembali kegemilangan dari puncak Baghdad. Kegemilangan yang diketahui oleh seluruh umat manusia sebagai kemajuan intelektual, bahkan di saat Eropa masih bermesra dengan kebodohan yang dibaluti Continue reading Secangkir Kopi Revolusi

Melawan Mainstream

Kekritisan nalar telah lama hilang lenyap

Idealisme mulai mengabur

Dan ideologi tampak seperti seorang pertapa

yang terbaring membatu

 

Tak banyak yang berani menantang badai

saat ketakutan bebas menyelami jiwa-jiwa yang lemah

yang membuatnya menyerah pada keadaan

 

Maka kembalilah pada kebenaran

kebenaran yang terangkum dalam wahyu yang suci

yang meneteskan ideologi yang kuat lagi benar

kebenaran yang menarik keberanian menerjang  Continue reading Melawan Mainstream

Syair Debu Fii Sabilillah

Wahai orang yang menyembah Haramain. Jika kamu melihat kami, kamu tahu bahwa kamu bermain-main. Atau kudanya berpayah-payah dalam kebatilan. Sedangkan kuda-kuda kami lelah di pagi hari. Penyeberangan yang mudah menjadi milikmu. Sedangkan kami menyeberang dengan terjangan kaki kuda dan debu yang bersih. Kami menjalankan perkataan Nabi kami. Perkataan yang benar terpercaya dan tidak dusta. Tidak sama debu kuda Allah pada hidung seseorang. Sedangkan asap api neraka menyala-nyala. Inilah kitab Allah yang berbicara di hadapan kami. Mati syahid bukanlah kematian yang tidak berbohong.

[Abdullah Al-Mubarak]

Kemenangan di Negeri Para Nabi

Palestina…

Inilah kisah negeri yang terampas

Kisah tentang kehidupan yang terhempas

Kisah dimana jiwa melayang di ujung peluru

Kisah bayi-bayi yang lahir di antara debu mesiu.

———-

Saat-saat dimana para penguasa tak sadari batas kemunafikan

Keadilan tak terjamah bagi mulut yang dibungkam

Maka dengarlah jeritan kerinduan

Di tapal batas negeri para nabi

Yang membisikkan semangat para mujahid

Yang bergejolak di garis depan medan perlawanan.

———-

Di hadapan seluruh Israel

Debu-debu perlawanan Continue reading Kemenangan di Negeri Para Nabi