Category Archives: Aqidah

Pandangan Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi mengenai “memutuskan hukum dengan selain hukum Allah”

Syaikh Yusuf Al-QaradhawiSebagian kita masih bertanya-tanya, apa status hukum seorang muslim yang berhukum dengan selain apa yang diturunkan oleh Allah? Apakah ia kafir atau tidak? Berikut pandangan Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi mengenai persoalan tersebut:

أن الحكم بغير ما أنزل الله يتناول الكفرين، الأصغر والأكبر بحسب حال الحاكم. فإنه إن اعتقد وجوب الحكم بما أنزل الله في هذه الواقعة، وعدل عنه عصيانا، مع اعترافه بأنه مستحق للعقوبة، فهذا كفر أصغر. وإن اعتقد أنه غير واجب، وأنه مخير فيه ـ مع تيقنه أنه حكم الله ـ فهذا كفر أكبر. وإن جهله وأخطأه: فهو مخطئ، له حكم المخطئين.

“Bahwa sesungguhnya memutuskan hukum dengan sesuatu yang tidak diturunkan oleh Allah Swt mengandung dua kekufuran, kecil dan besar, melihat keadaan hakimnya. Kalau ia berkeyakinan bahwa wajib baginya untuk menetapkan hukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah dalam suatu masalah, kemudian dia mengetahui bahwa hal itu akan mendapatkan siksa, maka tindakan ini termasuk kufur kecil. Jika dia berkeyakinan bahwa tidak wajib baginya menetapkan hukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah dalam suatu masalah, kemudian dia merasa bebas untuk menetapkan hukum tersebut –padahal dia yakin bahwa ada hukum Allah dalam masalah tersebut- maka tindakan tersebut termasuk kekufuran besar. Jika dia tidak tahu dan dia melakukan kesalahan: maka dia dianggap bersalah dan dihukum sebagai orang yang memiliki dua kesalahan.” [1]

Dari pandangan ini dapat kita simpulkan:

1.        Tindakan memutuskan hukum dengan selain hukum Allah mengandung dua kekufuran: kufur kecil dan besar.

2.       Seseorang akan terjatuh kepada kekufuran kecil, jika ia memutuskan hukum dengan Continue reading Pandangan Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi mengenai “memutuskan hukum dengan selain hukum Allah”

Advertisements

Pendapat Imam Al-Haddad tentang Vonis Kafir

Mafahim__32417_zoom

قل العلامة الإمام السيد أحمد مشهور الحداد: وقد انعقد الإجماع على منع تكفير أحد من أهل القبلة إلا بما فيه نفي الصانع القادر جل و علا أو شرك جلي لا يحتمل التأويل أو إنكار النبوة أو إنكاو ما علم من الدين باالضرورة أو إنكار متواتر أو مجمع ضرورة من الدين.

Al-Allamah Al-Imam Al-Sayyid Ahmad Masyhur Al-Haddad mengatakan, “ Telah ada kesepakatan ulama untuk melarang memvonis kufur ahlul qiblat (ummat Islam) kecuali akibat dari tindakan yang mengandung unsur meniadakan eksistensi Allah, kemusyrikan yang nyata yang tidak mungkin ditafsirkan lain, mengingkari kenabian, prinsip-prinsip ajaran agama Islam yang harus diketahui ummat Islam tanpa pandang bulu (wajib diketahui semua orang), mengingkari ajaran yang mutawatir atau yang telah mendapat kesepakatan ulama dan wajib diketahui semua ummat Islam tanpa pandang bulu.” (Mafahim Yajibu an-Tushah-hah, hal. 13).

Apa yang dinyatakan oleh Imam Al-Haddad di atas adalah sebuah bentuk kehati-hatian agar kita tidak ceroboh menilai seseorang telah murtad atau kafir lantaran berselisih paham dalam perkara furu’iyah (cabang). Kekafiran adalah bentuk pengingkaran terhadap aqidah dan ajaran-ajaran pokok yang telah disebutkan secara qath’I oleh nash, tanpa perlu ditakwil lagi. Seperti iman kepada keesaan Allah, kenabian, eksistenti Continue reading Pendapat Imam Al-Haddad tentang Vonis Kafir