Kultwit: Menelusuri Makna Sekularisasi


sekularisasi
1. Kata “secular” berasal dari bahasa latin: “saeculum”, yang bermakna zaman sekaligus menunjukkan makna waktu.

2. Sekular dalam pengertian waktu merujuk pada ‘kini’ atau ‘sekarang’. Sedangkan dalam pengertian tempat merujuk pada ‘dunia’ atau ‘duniawi’.

3. Seperti yang diungkap oleh Harvey Cox, terminologi sekular lambat laun mengalami peluasan makna.

4. Dlm perkembangannya ia bermakna “pemisahan antara institusi spiritual dan sekular”.

5. Setidaknya ada tiga kerangka pokok dari sekularisasi, seperti yang dipaparkan oleh Harvey Cox.

6. Pertama: pengosongan dunia dari nilai-nilai spiritual dan kepercayaan terhadap hal-hal gaib.

7. Jika manusia masih bersandar pada kuasa supranatural, maka ia tidak dapat berkembang. Itulah alasannya.

8. Maka, ajaran agama dan tradisi spiritual harus disingkirkan.

9. Mereka menganggap hanya manusia yang berhak menentukan sejarah hidupnya sendiri tanpa ‘campur tangan’ Tuhan.

10. Kedua: desakralisasi politik. Agama dijauhkan dari politik.

11. Dalam masyarakat sekular, tak ada seorang pun yang berhak memerintah atas otoritas ‘kuasa suci’.

12. Ketiga: relativisme nilai.

13. Karena perspektif seseorang selalu dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya, maka kebenarannya bersifat relatif.

14. Maka tak ada satu pun manusia yang boleh memaksakan nilai yang diyakininya kepada orang lain.

15. Tiga kerangka tersebut membentuk wajah sekularisasi sebagaimana yang kita lihat hari ini.

16. Sekularisasi pada akhirnya akan menggiring pada sekularisme.

17. Sebuah paham yang mengenyampingkan peranan Tuhan dalam kehidupan.

18. Gagasan tersebut sebenarnya muncul sebagai bentuk respon para pemikir sekular Barat atas dominasi Kristen Barat.

19. Kristen Barat pada faktanya adalah agama sejarah yang terbentuk dari budaya.

20. Karena ia merupakan agama sejarah, sejak awal doktrinnya mengalami perubahan, hal itu ditandai dg interpolasi Bible.

21. Problem-problem teologis yang dialami Kristen menyebabkan mereka tak mampu menjawab tantangan zaman.

22. Karena itulah para pemikir Barat beramai-ramai melakukan sekularisasi terhadap agama demi mencapai kemajuan.

23. Jika demikian yang terjadi, wajar jika masyarakat Barat menyingkirkan agama dari kehidupan.

24. Namun menjadi tidak wajar jika umat Islam melakukan hal yang sama sebagaimana Barat memarginalkan agamanya.

25. Islam adalah agama yang final dan otentik.

26. Islam tidak mengalami problem teologis sebagaimana Kristen.

27. Wahyu sebagai sumber yang otoritatif dalam Islam tak pernah mengalami perubahan dalam perjalanan sejarah.

28. Ajaran-ajaran bersifat final dan sempurna sejak wahyu sempurna diturunkan.

29. Itulah mengapa Islam tidak butuh proses ‘pertumbuhan’ menuju ‘kedewasaan’.

30. Maka, Islam tidak mengenal relativisme nilai.

31. Kebenaran Islam bersifat tetap. Islam dulu, kini, dan masa depan tak akan berubah.

32. Islam juga tidak mengosongkan alam dari nilai-nilai spiritual.

33. Justru Islam membentuk hubungan harmonis antara alam dan Tuhan.

34. Alam dipandang sebagai ciptaan Tuhan. Ia menunjukkan kekuasaan Allah yang tiada batas.

35. Islam juga tak mengenal desakralisasi politik.

36. Sejak Rasulullah Saw hijrah, beliau telah meletakkan prinsip-prinsip pokok dalam institusi pemerintahan.

37. Rasulullah telah mencontohkan bagaimana pemerintahan dijalankan dengan syari’at.

38. Lalu terbentuklah satu negara yang kuat, yang menyebarkan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

39. Dengan institusi politik yang berdasarkan ‘wahyu langit’ itulah umat Islam mampu membangun peradaban yang kokoh.

40. Jadi, sekularisasi sebenarnya adalah upaya de-Islamisasi. Islam dikerdilkan hanya sebagai agama ritual yang mengatur individu.

41. Islam hanya tampak di mihrab, tapi tak tampak di kehidupan sosial.

42. Kesimpulannya, sekularisasi sejatinya adalah parasit bagi umat Islam.

[Kusnady Ar-Razi, 26/6/2013]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s