SEKUNTUM BUNGA REVOLUSI

Saat kita duduk di bawah temaram cahaya lampu
kita bebas membicarakan apa saja
Tak seperti dulu
ketika mulut para pendahulu kita
dibungkam kekuasaan para tiran

Kadang saat hujan turun
Kita duduk di beranda itu
Walau dibekap hawa dingin
Tapi kita tak berhenti berceloteh
Tentang Revolusi
Tentang Perubahan

Sesekali kita mengintip angkasa
Menunggu seberkas beningnya cahayawi pelangi
Agar kita kembali mendebukan telapak kaki
Di jalan Allah.

Aduhai eloknya
Sekuntum bunga revolusi
Yang kan kita persembahkan pada dunia
Agar ia mewangi
Dengan kebenderangan cahaya Islam

[Kusnady Ar-Razi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s