<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Belantaraimajinasi&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://belantaraimajinasi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 May 2012 15:30:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='belantaraimajinasi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Belantaraimajinasi&#039;s Blog</title>
		<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://belantaraimajinasi.wordpress.com/osd.xml" title="Belantaraimajinasi&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://belantaraimajinasi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tafsir Kebebasan ala Manji</title>
		<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/29/tafsir-kebebasan-ala-manji/</link>
		<comments>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/29/tafsir-kebebasan-ala-manji/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 May 2012 15:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kusnady Ar-Razi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqofah Islamiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[Allah Liberty and Love]]></category>
		<category><![CDATA[Irshad Manji]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belantaraimajinasi.wordpress.com/?p=827</guid>
		<description><![CDATA[Kritik atas Buku &#8220;Allah, Liberty, and Love&#8221; Oleh: Kusnady Ar-Razi Irshad Manji, sosok ini begitu kontroversial. Bukan hanya lantaran ia seorang lesbi tulen, tetapi lebih dari itu. Ia telah dikenal sebagai orang yang begitu gigih dalam menghina Al-Qur’an dan Nabi Saw. Di tiap kunjungannya ke beberapa negara muslim ia selalu mengkampanyekan lesbianisme. Atas nama kebebasan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=827&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kritik atas Buku &#8220;Allah, Liberty, and Love&#8221;</strong></p>
<p><strong>Oleh: Kusnady Ar-Razi</strong></p>
<p><a href="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/all-bahasa-2.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-828" title="AL&amp;L-Bahasa (2)" src="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/all-bahasa-2.jpg?w=210&h=300" alt="" width="210" height="300" /></a>Irshad Manji, sosok ini begitu kontroversial. Bukan hanya lantaran ia seorang lesbi tulen, tetapi lebih dari itu. Ia telah dikenal sebagai orang yang begitu gigih dalam menghina Al-Qur’an dan Nabi Saw. Di tiap kunjungannya ke beberapa negara muslim ia selalu mengkampanyekan lesbianisme. Atas nama kebebasan, ia dengan lantang menggugat nilai-nilai dan ajaran yang telah dianggap mapan. Tentu saja sasarannya adalah Islam. Dan buku “<em>Allah, Liberty, and Love</em>” yang baru ditulisnya tak jauh-jauh dari ide kebebasan, lesbianisme, dekonstruksi, dan relativisme. Ide-ide tersebut lah yang selalu dipropagandakan oleh para pemuja liberalisme Barat.</p>
<p>Pasca kunjungannya ke Indonesia, buku tersebut dengan cepat beredar dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Meski sebagian toko buku seperti Gramedia menolak menjual buku tersebut, tetapi versi PDF-nya dengan mudah bisa didapat dan diunduh di internet. Bagi sebagian intelektual muslim yang mengerti kerancuan pemikiran Manji pasti khawatir jika buku ini dibaca oleh anak-anak muda yang belum cukup bekal ilmu keislamannya. Manji begitu pandai memainkan retorika-retorika sederhana untuk membenarkan penafsirannya atas ayat-ayat Al-Qur’an. Sehingga siapapun yang tak jeli memahami gagasan Manji, akan terjebak pada kerancuan pemikiran yang dibangun dalam bukunya tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Relativisme Tafsir</strong></p>
<p>Tesis utama yang dibangun Manji dalam bukunya adalah kebebasan. Siapapun boleh mengemukakan pandangannya, jangan takut salah, karena yang paling benar adalah Allah. Begitulah propaganda Manji dalam bukunya. Agar keberanian tafsirnya mendapatkan pembenaran, maka ia berlindung di balik paham relativisme. Relativisme telah menjadi slogan<span id="more-827"></span> zaman post-modern. Paham ini menjadi salah satu ciri khas sekularisasi Barat. Intinya adalah merelatifkan atau menisbikan seluruh nilai dan ajaran. Baik buruk, porno dan tidak porno, iman dan kufur adalah nisbi belaka.</p>
<p>Mengenai homoseksualitas, Manji tak sepakat dengan kaum Muslim yang beranggapan bahwa perbuatan tersebut adalah dosa. Dosa dan tidak dosa adalah penafsiran yang kebenarannya bersifat relatif. Manji menulis, “<em>Tidak sedikit Islamo-tribalis, kuduga, yang akan mencoba mengalihkan perhatianmu dengan berteriak tentang “Agenda gay-nya Manji” dan berkoar-koar bahwa Al-Quran secara jelas menyatakan homoseksualitas itu dosa. Jika aku boleh menawarkan pemikiran lebih jauh, lanjutkan mengutip surah 3:7.</em>”</p>
<p>Manji mengajak pembacanya menelusuri Surah Ali-Imran ayat 7. Ayat tersebut ternyata berbicara tentang ayat muhkam dan mutasyabih. Ia menggunakan ayat ini sebagai dalil atas relativisme tafsir yang diusungnya.</p>
<p><em>Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya,</em><em> </em><em><span style="text-decoration:underline;">padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah</span></em><em>. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.</em><em> (Q.S. Ali-Imran: 7)</em></p>
<p>Perhatikan kalimat yang digarisbawahi. Inilah yang menjadi landasan argumentasi Manji. Menurutnya, makna yang ditunjukkan ayat-ayat mutasyabihat hanya diketahui oleh Allah. Jika demikian, tak pantas kalau ada orang yang memaksakan tafsirannya kepada orang lain. Dan ayat tentang kisah Nabi Luth termasuk ayat mutasyabihat menurutnya. Sehingga setiap orang bebas menafsirkannya dari sudut pandang manapun.</p>
<p>Dari Surah Ali Imran ayat 7 tersebut, muncul dua pertanyaan yang harus dijawab. Pertama, apa makna muhkam dan mutasyabih? Kedua, apakah ayat mutasyabih hanya diketahui maknya oleh Allah saja? Mengenai pertanyaan pertama, Syeikh An-Nabhani menjelaskan, “<em>adapun muhkam maka ia adalah ayat yang memiliki maknanya yang jelas dan tersingkap sehingga menghilangkan ihtimal (kemungkinan dibawa kepada pengertian lain), sedangkan mutasyabih adalah kebalikan dari muhkam, yaitu yang mungkin mengandung lebih dari satu makna</em>.”<sup>1</sup></p>
<p>Lalu mengenai pertanyaan kedua, apakah ayat mutasyabihat hanya bisa dipahami maknanya oleh Allah saja? Dari apa yang dijelaskan oleh Syeikh An-Nabhani<sup>2</sup>, kita bisa tahu bahwa ayat mutasyabih adalah ayat yang kemungkinan mengandung lebih dari satu makna, bukan ayat yang tak bisa dipahami maknanya. Inilah kesalahan Manji dalam memahami ayat mutasyabih. Disebut mutasyabih karena kesamaran maknanya, dan hal itu bisa dipahami oleh orang yang mendalam ilmunya. Sebab, tak ada satu pun ayat Al-Qur’an yang tak bisa dipahami maknanya oleh manusia. Jika ayat Al-Qur’an tidak memiliki <em>mafhum</em> atau tak bisa dipahami maka itu akan mengeluarkan Al-Qur’an dari statusnya sebagai <em>bayan</em> (penjelas). Dan itu mustahil.</p>
<p>Manji juga salah dalam membaca kalimat <em><span style="text-decoration:underline;">padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah</span></em><em>.</em><em> Kesalahannya adalah pada cara memberhentikan bacaan. Jika ayat tersebut diberhentikan pada lafadz Allah, maka kalimat “</em><em>Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata:&#8230;” </em><em>menjadi kalimat baru yang terpisah dari kalimat sebelumnya. Sehingga ayat mutasyabih hanya dipahami oleh Allah. Tetapi menurut Mujahid, Adh-Dhohak, Al-Ghozali, dan An-Nawawi<sup>3</sup>, bahwa huruf </em><em><strong>wawu</strong></em><em> setelah lafadz Allah adalah </em><em><strong>wawu athof</strong></em><em>, sehingga bacaannya harus disambung menjadi “</em><em>wa maa ya’lamu ta’wilahu illallaahu wa ar-raasikhuuna fil ‘ilmi</em><em> (padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya kecuali Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya)”. </em></p>
<p>Pendapat ini lebih shohih menurut Imam An-Nawawi, karena tidak mungkin Allah menyeru hambanya dengan sesuatu yang tidak bisa dipahami. Jelaslah bahwa kerancuan Manji memahami ayat ini berakibat fatal. Apalagi Manji menyebut ayat mutasyabih sebagai ayat yang “ambigu”, tentu ini jauh dari kebenaran. Tampaknya Manji tidak memahami betul definisi muhkam dan mutasyabih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Salah Paham terhadap Ijtihad</strong></p>
<p>Di halaman xiii Manji menulis, “<em>Aku janji, cerita yang akan kututurkan, berkisar satu gagasan sangat besar, yang kuyakini memiliki kapasitas untuk mengubah dunia untuk selamanya. Gagasan itu adalah </em><em>ijtihad</em><em>—tradisi dalam Islam yang mencakup perbedaan pendapat, penalaran, dan penafsiran kembali, &#8230;ijtihad terkait dengan perjuangan untuk memahami dunia kita dengan menggunakan pikiran</em>.”</p>
<p>Kelihatannya Manji begitu gegabah memaknai ijtihad. Makna ijtihad menjadi bias ketika hanya dikonotasikan dengan kemampuan intelektual memahami realitas. Padahal ijtihad memiliki definisi sendiri yang disepakati oleh para ulama.</p>
<p>Menurut Imam Asy-Syaukani, ijtihad adalah “mencurahkan kemampuan guna mendapatkan hukum syara’ yang bersifat operasional dengan cara istinbat (mengambil kesimpulan hukum).”<br />
Imam al-Amidi mendefinisikan ijtihad sebagai “mencurahkan semua kemampuan untuk mencari hukum syara’ yang bersifat <em>dhanni</em>, sampai merasa dirinya tidak mampu untuk mencari kemampuannya itu”.</p>
<p>Parahnya, Manji tak memahami ijtihad sebagaimana mestinya. Ijtihad baginya tak dimaksudkan untuk menggali hukum-hukum syari’ah dengan upaya sungguh-sungguh. “Ijtihad” ala Manji ini tidak mengenal mana wilayah <em>qath’i</em> yang tidak boleh ada ijtihad, dan mana wilayah yang <em>dhanni</em>. Ijtihad tidak berlaku pada perkara yang sudah jelas dalilnya, contohnya adalah keharaman homoseksual. Keharaman liwath (homoseksual) berada pada wilayah <em>qath’i</em> yang tidak boleh ditafsirkan lagi dengan upaya ijtihad. Tapi tidak begitu dengan Manji, dengan seenaknya ia “berijtihad” pada perkara-perkara yang <em>qath’i</em>. Upaya Manji ini lebih layak kita sebut sebagai dekonstruksi dari pada ijtihad.</p>
<p>Gagasan Manji tentang ijtihad ini khas pemikiran progressif kaum liberal. Menurut mereka ijtihad dipahami sebagai upaya penafsiran ulang dan penyegaran kembali pemahaman Islam. Tentu saja penafsiran yang dilakukan mereka tidak dengan kaidah-kaidah tafsir yang seharusnya, semua orang bebas menafsirkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan hukum-hukum Islam. Bagi mereka, ajaran Islam tunduk di bawah realitas kontemporer. Jika realitas kontemporer melahirkan budaya homoseksual, maka Islam harus meng-amininya. Apakah pemikiran semacam ini pantas kita sebut sebagai ijtihad?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kebebasan atau <em>Kebablasan</em>?</strong></p>
<p>Liberalisme adalah ruh dari seluruh pemikiran yang berkembang di Barat. Liberalisme menjamin kebebasan berpikir dan berpendapat. Gagasan inilah yang dikenalkan Manji ke seluruh dunia. Kebebasan dan keberanian yang ditunjukkan Manji dalam bukunya adalah kebebasan dan keberanian menggugat nilai-nilai agama.</p>
<p>Sejak awal, kebebasan seorang muslim bukanlah kebebasan untuk berpendapat dan berbuat apa saja. Akal memang punya khasiat kehendak bebas, bebas memilih yang baik atau yang buruk. Tetapi ketika seseorang telah beriman maka ia terikat dengan hukum syara’ sebagai konsekuensi dari keimanannya. Karena itu, seorang muslim tidak bebas untuk melakukan kemungkaran, termasuk menggugat hukum-hukum yang sudah ditetapkan Allah Swt. Seorang muslim juga tidak bebas untuk berzina, mencuri, membunuh, atau berlaku homoseksual.</p>
<p>Jadi kebebasan yang diagung-agungkan Manji ini justru akan merusak tatanan hidup seorang muslim. Orang awam tak akan mampu lagi membedakan antara kebenaran dan kemungkaran. Lesbianisme akan dianggap sah lantaran mendapat legitimasi dari kebebasan berpikir dan bertingkah-laku.</p>
<p>Kebebasan ini pula yang menjadi inspirasi kaum liberal seperti Manji untuk membuka ruang interpretasi secara bebas terhadap ajaran-ajaran Islam. Akibatnya, kebebasan yang dipuja-puja bukan malah menyegarkan kembali pemahaman Islam yang dianggapnya jumud dan mengekang, tetapi justru menyebabkan penyimpangan terhadap Islam. Karena itu, sebagai seorang muslim, kejahatan intelektual yang dilakukan Manji harus diperangi dengan pemikiran. Jika tidak, maka tidak akan ada lagi yang tersisa dari Islam selain lembaran-lembaran Al-Qur’an tanpa makna. []</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Catatan kaki:</p>
<ol>
<li>Dalam versi bahasa Indonesia, buku ini diterjemahkan oleh Meithya Rose Prasetya dan diterbitkan oleh Renebook, Jakarta.</li>
<li>An-Nabhani, Asy-Syakhshiyyah jilid III, hal 72</li>
<li>Pendapat ini juga didukung oleh Imam Al-Ghazali di dalam kitab Al-Mushtashfa hal 139</li>
<li>As-Suyuthi di dalam kitab Al-Itqon</li>
</ol>
<p>[Dimuat di hidayatullah.com, 27/5/2012, rubrik Tsaqofah]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/827/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=827&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/29/tafsir-kebebasan-ala-manji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54d994c62e4826a730f11b87b8269b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belantaraimajinasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/all-bahasa-2.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">AL&#38;L-Bahasa (2)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembaruan Agama (Tajdiidud Diin), Antara Kesungguhan dan Penyimpangan Makna (bag II)</title>
		<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/23/pembaruan-agama-tajdiidud-diin-antara-kesungguhan-dan-penyimpangan-makna-bag-ii/</link>
		<comments>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/23/pembaruan-agama-tajdiidud-diin-antara-kesungguhan-dan-penyimpangan-makna-bag-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 May 2012 07:14:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kusnady Ar-Razi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqofah Islamiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[pembaruan agama]]></category>
		<category><![CDATA[penyimpangan agama]]></category>
		<category><![CDATA[tajdid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belantaraimajinasi.wordpress.com/?p=823</guid>
		<description><![CDATA[Namun ide pembaruan agama menurut sebagian orang yang disebut ulama pada zaman sekarang sangat berbeda dengan apa yang telah kami uraikan sebelumnya. Dan akan segera tampak seberapa besar musibah yang akan datang untuk menguji umat islam akibat ide mereka itu. Allah berfirman: إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ “sesungguhnya Kami menurunkan Adz Dzikr, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=823&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/mushaf1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-825" title="mushaf" src="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/mushaf1.jpg?w=300&h=197" alt="" width="300" height="197" /></a>Namun ide pembaruan agama menurut sebagian orang yang disebut ulama pada zaman sekarang sangat berbeda dengan apa yang telah kami uraikan sebelumnya. Dan akan segera tampak seberapa besar musibah yang akan datang untuk menguji umat islam akibat ide mereka itu. Allah berfirman:</p>
<p>إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ</p>
<p>“sesungguhnya Kami menurunkan Adz Dzikr, dan Kami sungguh menjadi penjaga baginya” (Al-Hijr ayat 9)</p>
<p>kami melihat bahwa mereka berniat untuk mengosongkan islam dari hukum-hukum dan pemahaman-pemahamannya, kemudian mereka melakukan kamuflase dengan memanfaatkan kata “tajdiid” untuk mempertahankan pembelokkan yang mereka lakukan, setelah itu mereka menjalankan arahan politik dan pemikiran dengan dalih tajdiid/pembaruan sesuai dengan keinginan Barat yang kafir. Sebagian dari mereka sejak awal menuntut adanya perubahan dalam islam dan prinsip-prinsip (ushul) fiqhiyyahnya secara terang-terangan. Namun ada juga yang pada awalnya berjalan seperti para ulama yang berdalil dengan <em>mashoolih</em> (kemaslahatan). Akan tetapi, segera setelah itu, dia menyelisihi para ulama dalam tataran implementasinya.</p>
<p>Contoh orang yang secara nyata melakukan pembelokan/penyimpangan sejak awal adalah <a href="http://www.eramuslim.com/berita/dunia/pro-kontra-pemikiran-turabi-kufur-atau-liberal.htm">At Turabi</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sadiq_al-Mahdi">Ash Shodiq Al Mahdi</a>. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hassan_al-Turabi">At Turabi</a> berkata dalam bukunya yang berjudul “<em>Tajdiidu Ushuulil Fiqhil Islaamiy</em>” (Bembaruan Ushul Fiqh Islam) :”<em>Akan tetapi, masalahnya<span id="more-823"></span> bagi kita menjadi semakin rumit dengan adanya ilmu ushul fiqh yang dianut secara taqlid. Kita masih mengharapkan petunjuk dari ilmu tersebut, namun sayangnya, ia tidak sanggup berlari seirama untuk memenuhi tuntutan kebutuhan zaman modern,.. yang demikian itu karena ilmu tersebut dicetak dibawah pengaruh konteks sejarah, tempat dia dilahirkan. </em>Lalu, dia berkata “<em>akan tetapi, medan keagamaan yang luas hampir-hampir tidak menuntut apa-apa kecuali menghendaki adanya qiyas yang fitri, yang bebas dari segala persyaratan rumit yang berasal dari logika Yunani, hasil jiplakan para fuqoha yang hidup pada periode dimana orang-orang mencintai kerumitan  ilmu dan para fuqoha’ menyukai kodifikasi hukum yang ketat.” </em>Dan<em> </em>perkataan-perkataan lain yang terdapat di dalam bukunya itu. Di sana tampak jelas, dengan tanpa sembunyi-sembunyi, dia ingin menolak ushul fiqh islam berikut hukum-hukumnya, serta menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal atas nama pembaruan agama (tajdid). Kemudian, datanglah ia dengan bid’ahnya yang bernama qiyas yang luas (<em>al qiyas al wasi’</em>), istish-hab yang luas (<em>al istish-hab al wasi’</em>) yang keduanya itu tidak memiliki kaitan sedikit pun dengan qiyas dan istish-hab yang dijelaskan oleh para ulama dalam buku-buku ushul.</p>
<p>Atas dasar prinsip itu, keluarlah fatwa-fatwa dan ijtihadnya yang secara umum menyalahi nash-nash syara’, bahkan kadang juga menyalahi nash-nash yang qoth’i, seperti bolehnya seorang muslimah menikah dengan ahli kitab dan dialog antara agama dalam bentuk “bersatunya tiga agama sampai pada taraf <em>al-laa diin </em>(paham tanpa agama)”, serta bid’ah-bid’ah gaya baru lain yang dibawa oleh orang ini tanpa disandarkan pada satu dalil pun, karena dengan segala kenaifannya, ia memang tidak membutuhkan nash apa-pun. Dia berjalan dengan ijtihad dan kaidah-kaidah ushulnya sendiri, bahkan bisa dikatakan, dengan agamanya sendiri.</p>
<p>Adapun <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sadiq_al-Mahdi">Ash Shodiq Al Mahdi</a>, maka dia pernah berkata: “<em>sesungguhnya kita membutuhkan fiqh gaya baru agar kita bisa berinteraksi dengan kehidupan yang baru.” </em>Dia juga berkata, bahwa seorang muslim di jaman modern hanya dituntut untuk menjadi fundamentalis (ushuliy) dalam masalah aqidah, ibadah dan akhlaq. Adapun dalam masalah mu’amalah, maka ia terkait dengan kemashlahatan-kemaslahatan dan perubahan, maka yang dituntut adalah meninggalkan secara total sikap fanatik dan kolot dalam urusan tersebut.  Kemudian, Al Mahdi menyebutkan adanya empat hal yang harus dilakukan perubahan terhadapnya, yaitu: masalah pemerintahan, masalah ekonomi, masalah hubungan internasional, dan masalah jihad. Dalam masalah jihad misalnya, ia menyerang konsep jihad dengan berkata, “<em>rujukan-rujukan yang digunakan dalam masalah jihad dan fiqh jihad tidak bisa dilepaskan dari konteks masa lalu yang telah usang. Sementara, fakta kekinian (fakta hubungan internasional modern -pent) berdiri di atas kesepakatan antar bangsa yang memandang adanya kesetaraan di antara bangsa-bangsa meskipun terdapat perbedaan agama, sementara yang bertugas menegakkan perdamaian di antara seluruh bangsa adalah kesepakatan PBB”. </em>Jadi secara ringkas, yang diinginkan oleh Ash Shodiq Al Mahdi adalah bahwa karena fakta sekarang ini PBB dan perjanjiannya telah berubah menjadi rujukan, maka dari itu –menurut pandangannya yang rusak- kita membutuhkan fiqh baru agar bisa berjalan selaras dengan fakta tersebut.</p>
<p>Adapun Yusuf Qordhowi, maka dia melakukan pelanggaran yang lebih sedikit.  Dia tidak secara terang-terangan ingin mempermainkan agama dan hukum-hukumnya. Dia berkata, “<em>tajdid itu bukanlah bermakna pengubahan terhadap sifat yang awal, atau menggantinya dengan yang lain dalam bentuk inovasi baru, itu sama sekali bukanlah tajdid”. </em>Perkataannya ini bersesuaian dengan pemahaman tajdid yang dikatakan oleh para pendahulu. Akan tetapi, ketika pemahaman itu diimplementasikan sesuai dengan ilmu dan teori ushulnya yang baru, maka akan kita dapati bahwa dia menyalahi nash-nash syara’ segaligus juga tidak sejalan dengan pandangan At Turabi, Shodiq Mahdi dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rashid_Al-Ghannushi">Al Ghonusyi</a> dalam seruan mereka kepada <em>tajdid</em> dan <em>tahdits</em>.</p>
<p>Sesungguhnya, fiqh <em>muwazanaat<a href="http://bengkelfikrah.wordpress.com/2010/06/20/pembaruan-agama-tajdiidud-diin-antara-kesungguhan-dan-penyimpangan-makna-bag-ii/#_edn1"><strong>[1]</strong></a> -</em>hasil inovasi Qordhowi- telah memberikan proporsi yang terlalu besar kepada akal –menurut ukuran syara’- dalam rangka melakukan pembaruan hukum. Masalah itu berpijak pada pertimbangan rasional antara kemaslahatan dengan kerusakan (<em>mafasid</em>) . Dia berkata: “<em>Yang dimaksud dengan fiqh muwazanaat itu mencakup beberapa masalah: pertimbangan antara maslahat yang satu dengan maslahat yang lain,..; pertimbangan antara kerusakan yang satu dengan keruaskan yang lain; dan pertimbangan antara suatu kemaslahatan dengan suatu kerusakan apabila keadaannya saling bertentangan”.</em></p>
<p>Qordhowi berkata dalam bukunya, <em>Aulawiyaatul Harokatil Islaamiyyah, </em>: “<em>sebagian besar yang menjadi sumber perbedaan pendapat di antara elemen-elemen islam itu dikembalikan pada pertimbangan-pertimbangan berikut: apakah bersekutu dengan kekuatan selain islam itu dapat diterima? Apakah perdamaian dan ketundukan kepada pemerintahan-pemerintahan yang tidak sepenuhnya terikat dengan islam itu bisa diterima? Apakah mungkin bergabung dalam pemerintahan yang tidak bersifat islam secara murni? Dan apakah mungkin berlindung di bawah undang-undang yang di dalamnya ada cacat atau sebagian pasalnya tidak sepenuhnya kita ridhoi? Apakah kita akan bergabung dengan barisan oposisi yang diantara elemennya ada partai-partai non-islam yang berkoalisi untuk menjatuhkan thoghut yang fajir? Apakah kita akan mendirikan yayasan-yayasan ekonomi islam di tengah dominasi ekonomi konvensional yang ribawi? Apakah elemen-elemen islam boleh ikut bekerja dalam bank-bank dan yayasan-yayasan ribawi, ataukah bank-bank itu harus dibersihkan sepenuhnya dari unsur-unsur yang berbau agama yang puritan?</em></p>
<p>Maka dari itu, tidak heran jika dia memfatwakan kepada kaum muslimin untuk tidak meninggalkan pekerjaan mereka di bank-bank ribawi, meskipun profesi itu membawa dosa, sebab, di sana dia akan mendapatkan pengalaman yang nantinya bisa digunakan untuk berkerja di lapangan ekonomi islam. Kita juga tidak terlalu heran jika dia memberi fatwa berupa kebolehan untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Amerika, sekali pun pada saat mereka melakukan peperangan dengan umat islam. Atau ketika dia memfatwakan bolehnya seorang muslimah (yang baru masuk islam -pent) untuk mempertahankan pernikahannya dengan seorang kafir. Kita juga tidak heran jika dia berfatwa bahwa wanita boleh menduduki jabatan kepemimpinan umum (seperti Benazir Buto). Serta berbagai fatwa nyeleneh lain yang tidak bersandar kepada satu dalil pun, bahkan fatwanya kadang menyelisihi nash-nash syara’ dengan perselisihan yang nyata.</p>
<p>Inilah hakekat seruan pembaruan keagamaan pada zaman sekarang. Semua itu tidak lain hanyalah pensyariatan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak disyariatkan. Dengan itu, pendapat orang-orang yang benar-benar terikat dengan <em>dalalah nash </em>justru akan menjadi pendapat yang asing dan aneh. Kemudian, bersama mereka,  diterapkanlah tuntutan itu atas dasar demokrasi, maka jadilah islam menjadi agama yang membenarkan kebebesan umum, partai-partai yang tidak islami pun berubah menjadi perkara yang masyru’, kholifah berubah menjadi pegawai yang dibayar oleh rakyatnya, siroh nabawiyyah pun tidak diposisikan layaknya sunnah, wanita boleh menikah dengan orang kafir, dan mereka juga boleh menjadi kholifah bagi umat, serta pendapat-pendapat lain yang jelas menyalahi nash-nash syara’ yang diungkapkan oleh pemiliknya tanpa disertai dalil syara’, sehingga muncullah apa yang dinamakan dengan “pembaruan keagamaan” (at tajdiid ad diiniy), modernisasi fiqh dan fiqh waqi’. Bahkan orang yang disebut paling akhir di antara mereka itu terang-terangan menyatakan bahwa sesungguhnya yang dimaksud dengan fiqh <em>muwazanaat</em> adalah fiqh <em>tanaazulaat<a href="http://bengkelfikrah.wordpress.com/2010/06/20/pembaruan-agama-tajdiidud-diin-antara-kesungguhan-dan-penyimpangan-makna-bag-ii/#_edn2"><strong>[2]</strong></a></em>. Kita tidak menutup kemungkinan, bahwa suatu saat nanti, salah seorang diantara mereka atau orang lain keluar dengan menyatakan adanya fiqh baru yang dia sebut dengan nama fiqh pengkhianatan atau fiqh konspirasi, <em>wal ‘iyaadzu biLlaah</em>!</p>
<p>Sesungguhnya ide ini laksana asap rokok yang masuk melalui hidung penghisapnya, kemudian dikeluarkan lagi melalui mulut-mulut mereka –sebagaimana yang kita lihat- untuk melakukan pembelokkan atas nama pembaruan (tajdiid). Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk menyingkap borok dari ide-ide tersebut, bahwa sebenarnya ia tidak memiliki hubungan apa pun dengan islam, dan bahwa ia hanyalah usaha untuk menyimpangkan islam. Dan wajib bagi kita untuk berpegang teguh kepada Al Haq, menyeru umat untuk terikat dengannya, menjauhkan diri dari orang-orang kafir dan tidak bergantung kepada mereka. Allah Ta’aalaa berfirman:</p>
<p>وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ</p>
<p><em>Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.</em> (huud 113)</p>
<p>أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ</p>
<p>Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik (al hadiid 16)</p>
<p>Abu Bakar – Nablus</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Habis….</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diterjemahkan dari Majalah Al Wa’ie Edisi Juni 2010 by [Bengkel Fikrah, 20/06/2010]</p>
<p>Dicomot dari <a href="http://bengkelfikrah.wordpress.com/">http://bengkelfikrah.wordpress.com</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Catatan [Bengkel Fikrah]</p>
<p><a href="http://bengkelfikrah.wordpress.com/2010/06/20/pembaruan-agama-tajdiidud-diin-antara-kesungguhan-dan-penyimpangan-makna-bag-ii/#_ednref1"><strong>[1]</strong></a> <em>Muwaazanaat </em>Jama’ dari <em>Al-muwaazanah</em> mashdar dari <em>waazana.</em>Dalam <em>Al Muhiith</em> dikatakan: <em>waazanahu </em>: <em>‘aadalahu wa qoobalahu wa hadzaahu. Wa waazana fulaanan kaafa’ahu ‘alaa fi’aalihi </em>(wazanahu artinya mengimbanginya, menyamainya, berhadapan dgnnya. <em>Wazana fulaanan </em>adalah menyamainya dalam berbagai tindakannya).</p>
<p>Dalam <em>Al Wasiith </em>dikatakan: <em>waazana bainasy-syai’aini muwaazanatan wa wizaanan </em>adalah menyamai <em>(saawaa) </em>atau mengimbangi <em>(qoobala). waazanasy syai’u asy-syai’a </em>artinya menyamainya dalam timbangan (<em>saawaahu fil wazni</em>).</p>
<p>Dalam <em>Mukhtaarush Shihah </em>dikatakan: <em>hadza yuwaazinu haadza ;</em>apabila yang pertama menyamai bobot yang kedua (<em>idzaa kaana ‘alaa zinatihi </em>). Jadi, fiqh muwazanah kira-kira adalah fiqh dalam menimbang dua kepentingan yang berbenturan dan sama pentingnya, tapi tetap harus diputuskan mana di antara keduanya yang lebih berat berdasarkan mashlahatnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://bengkelfikrah.wordpress.com/2010/06/20/pembaruan-agama-tajdiidud-diin-antara-kesungguhan-dan-penyimpangan-makna-bag-ii/#_ednref2"><strong>[2]</strong></a> <em>Tanaazulaat </em>jama’ dari <em>tanaazul </em>yang dimu’annatskan, mashdar dari<em>tanaazala. </em>Dalam <em>Al Wasiith </em>dikatakan : <em>tanaazala al-qoumu: nazala fariiqun</em> <em>amaama fariiqin wa tadhoorobuu </em>(satu kelompok turun menghadapi kelompok lain kemudian saling membunuh / memukul).<em>Tanaazala ‘anil haq</em> : <em>tarokahu</em> (turun dari kebenaran artinya meninggalkannya). Dalam implementasinya, Gerakan Hamas menggunakan dalih fiqh tanazulaat untuk mengakui eksistensi negara Yahudi, Israel, demi meraih kemashlahatan  politik yang lebih besar. Dalil yang digunakan adalah perjanjian Hudaibiyah, di mana dalam perjanjian itu -menurut mereka- Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam melakukan kompromi atau menurunkan idealitas, seperti menerima syarat untuk menunda ziarah ke Makkah dan keharusan mengembalikan penduduk Makkah yang hijrah ke Madinah paska perjanjian, dll. Jadi, kurang-lebih, fiqh tanaaazulat adalah menurunkan idealisme untuk meraih kemashlahatan yang lebih besar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/823/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=823&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/23/pembaruan-agama-tajdiidud-diin-antara-kesungguhan-dan-penyimpangan-makna-bag-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54d994c62e4826a730f11b87b8269b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belantaraimajinasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/mushaf1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mushaf</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembaruan Agama (Tajdiidud Diin) Antara Kesungguhan dan Penyimpangan (bag I)</title>
		<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/23/pembaruan-agama-tajdiidud-diin-antara-kesungguhan-dan-penyimpangan-bag-i/</link>
		<comments>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/23/pembaruan-agama-tajdiidud-diin-antara-kesungguhan-dan-penyimpangan-bag-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 May 2012 07:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kusnady Ar-Razi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqofah Islamiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[mujaddid]]></category>
		<category><![CDATA[pembaruan agama]]></category>
		<category><![CDATA[tajdid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belantaraimajinasi.wordpress.com/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Abu Bakar  (Nablus, Palestina) Pembaruan agama, pembaruan wacana keagamaan, fiqh gaya baru, modernisasi fiqh, fiqih waqi’ (fakta), fiqh muwazanaat, dan terakhir, fiqh tanazulaat,.. itu semua merupakan istilah-istilah yang banyak kita dengar dari orang-orang pada zaman ini yang disebut sabagai ulama. Lantas, apakah sebenarnya hakekat dari ide ini –dengan berbagai macam peristilahannya- pada zaman sekarang? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=820&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Abu Bakar</strong>  <strong>(Nablus, Palestina)</strong></p>
<p><a href="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/pembaruan-islam.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-821" title="pembaruan islam" src="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/pembaruan-islam.jpg?w=600" alt=""   /></a>Pembaruan agama, pembaruan wacana keagamaan, fiqh gaya baru, modernisasi fiqh, fiqih waqi’ (fakta), fiqh muwazanaat, dan terakhir, fiqh <em>tanazulaat</em>,.. itu semua merupakan istilah-istilah yang banyak kita dengar dari orang-orang pada zaman ini yang disebut sabagai ulama. Lantas, apakah sebenarnya hakekat dari ide ini –dengan berbagai macam peristilahannya- pada zaman sekarang? Dan apakah tujuannya adalah melakukan penyimpangan dan penyerangan terhadap islam dari dalam? Lalu apakah di dalam islam terdapat asal (landasan) yang terkait dengan ide ini? Kita akan memulai tema kita kali ini dengan membasas asal-usul dari ide tersebut.</p>
<p>Sesungguhnya, ide mengenai pembaruan agama memang ada dasarnya di dalam islam serta dalam pembahasan yang dilakukan oleh para fuqoha’. Masalah ini berpulang pada hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam, yang paling masyhur di antaranya adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dishohihkan oleh Al Albaniy dari Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا</p>
<p>“<em>Sesungguhnya Allah membangkitkan bagi umat ini -pada setiap penghujung seratus tahun- orang yang akan memperbaharui agama mereka bagi mereka”.</em></p>
<p>Makna tajdiid secara bahasa, sebagai mana terdapat dalam <em>Lisaanul ‘Arab</em>, adalah: proses pengubahan sesuatu menjadi baru, <em>jadda ats-tsaubu</em> artinya pakaian itu berubah menjadi baru, maka <em>jadiid </em>itu lawan dari <em>qodiim </em>(lama) (<em>mukhtaarush Shihah </em>hal. 47). <em>Jaddada asy syaia yujaddiduhu </em>maknanya adalah mengubahnya menjadi<span id="more-820"></span> baru kembali, atau menjadikannya baru, atau mengubah yang lama menjadi baru (<em>Lisaanul ‘Arab, </em>71/3). Atas dasar itu, <em>tajdiid </em>secara bahasa adalah membuat yang lama menjadi baru atau mengembalikan yang telah lama/usang pada kondisinya yang semula.</p>
<p>Dengan demikian, proses tajdid itu bisa digambarkan dengan konsep yang didalamnya terhimpun tiga makna yang saling berkaitan:</p>
<ol>
<li>Bahwa perkara yang diperbaharui itu pada awarnya memiliki wujud dan eksis, sementara manusia memiliki komitmen untuk menjaganya</li>
<li>Bahwa perkara tersebut telah dimakan waktu sehingga usang dan berubah menjadi lawas / lama.</li>
<li>Bahwa –melalui proses tajdiid- perkara tadi dikembalikan lagi pada kondisi semua sebelum ia usang.</li>
</ol>
<p>Al Qur’an telah menggunakan kata tajdiid ini dalam mengutip pembicaraan mengenai adanya kebangkitan setelah mati, dan bahwa manusia akan kembali hidup dan dikembalikan kondisinya seperti semula sebelum mengelami kematian. Maka Al-Qur’an mengutip perkataan orang-orang kafir yang mengingkari hal tersebut :</p>
<p>وَقَالُوا أَئِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَئِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ</p>
<p>“<em>Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?” (terj. Q. S. As Sajdah ayat 10).</em></p>
<p>Maksudnya, orang-orang yang mendustakan dan menignkari kebangkitan berkata: “<em>apakah setelah kami berubah menjadi danah dan tulang-belulang kami akan sekali lagi kembali seperti semula?</em> Dalam menafsirkan perkataan mereka ini, Ath Thobari <em>rahimahullah </em>berkata:<em>mereka mengatakan itu dalam rangka mengingkari kekuasaan Allah untuk mengembalikan mereka menjadi makhluq yang baru setelah kematian dan kemusnahan jasad mereka”. </em>Ibnu Katsir <em>rahimahullah</em> berkata di dalam tafsirnya “<em>apakah benar kami akan kembali kepada keadaan itu! Mereka menganggap itu sebagai hal yang mustahil”. </em>Dengan demikian, yang disebut dengan memperbaharui sesuatu adalah mengembalikan keadaannya menjadi seperti semula. Dengan demikian jelaslah bahwa pembaruan agama itu bukan berarti pengubahan atau penggantian terhadapnya, namun maknanya tiada lain hanyalah penjagaan terhadap agama agar kembali segar dan baru sebagaimana tatkala Allah menurunkannya kepada RasulNya Muhammad ‘<em>alaihish sholaatu was salaam</em>.</p>
<p>Sesuatu yang mengalami beberapa hal sehingga menjadi lawas/usang maka dia akan mengalami perubahan berupa salah satu dari tiga hal berikut:</p>
<ol>
<li>Bisa jadi, sebagian ciri-cirinya tertutupi, sehingga menjadi tidak jelas bagi orang yang melihatnya</li>
<li>bisa jadi, ada bagiannya yang hilang terpotong, sehingga unsur-unsurnya menjadi berkurang</li>
<li>Bisa jadi, ia mengalami penambahan, sehingga bentuknya menjadi berubah</li>
</ol>
<p>Maka proses tajdid yang sesuai untuk kondisi-kondisi di atas adalah menampakkan hal-hal yang tertutupi, mengembalikan hal-hal yang tercabut dan berkurang, serta mengilangkan hal-hal yang dimasukkan dan ditambahkan kedalamnya.</p>
<p>Dengan demikian, proses tajdid adalah proses pengembalin pada kondisi asalnya, dengan bentuk pengembalian yang sempurna dan murni, serta dalam bentuk seruan untuk konsisten kepada Al Haq, meninggalkan segala bentuk sikap mengekor yang rusak –berupa imitasi (peniruan) tanpa berdasarkan bukti. Dari sana juga tampak, bahwa tajdid adalah aktivitas yang dilakukan dalam  rangka mengembalikan agama kepada asal-usulnya, baik dalam aspek asas maupun percabangannya, dan bukan berupa amalan merusak yang menyerang agama.</p>
<p>Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa agama ini terbebas dari pengubahan dan penggantian melalui hadits yang telah disebutkan di muka , “<em>Sesungguhnya Allah membangkitkan bagi umat ini -pada setiap penghujung seratus tahun- orang yang akan memperbaharui agama mereka bagi mereka</em>”. Para ahli ilmu telah menjelaskan makna tajdid yang terdapat di dalam hadits tersebut dengan beberapa pendapat yang tidak jauh berbeda. Semuanya berkisar pada makna “penjagaan agama agar tetap seperti apa yang disampaikan oleh Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam”.<em></em></p>
<p>Adapun pengertiannya menurut para fuqohaa dan ulama yang telah menafsirkan hadits tersebut, bahwa sesungguhnya pembaruan agama itu terjadi dengan mengembalikannya seperti baru, membangkitkannya dan menyegarkannya kembali, dengan pengertian mengembalikan seperti awalnya. Sedang mengembalikannya menjadi baru seperti semula itu dilakukan dengan mensucikannya dari segala sesuatu yang menempelinya yang tidak berasal darinya, membersihkannya dari segala macam yang dipengaruhi oleh tradisi jahiliyyah, membatasi cakupannya pada yang datang bersama wahyu semata, serta menerapkannya secara baik sebagaimana yang dilakukan pada masa Rasulullah ‘alaihis sholaatu was salaam dan para pendahulu yang sholih <em>al masyhuudu lahum bil khoir</em>. As Suyuuthi<em>rahimahullah </em>dalam kitabnya <em>Al Jaami’ush Shoghir </em>berkata: “<em>yang dimaksud dengan pembaruan agama adalah pembaruan hidayahnya dan ikatan-ikatannya, dan penghilangan segala hal yang membahanyakan umatnya berupa bid’ah dan sikap melampaui batas dalam agama”.</em></p>
<p>Berdasarkan pada pendapat ini dan pendapat yang diungkapkan oleh para fuqoha terdahulu, anda dapat melihat -secara global- bahwa pembaruan agama itu bermakna membersihkannya dari kotoran-kotoran jahiliyyah, dan menampakkan wajahnya sehingga dapat terbit kembali seperti matahari yang tidak tertutup awan mendung. Demikianlah bagaimana para pendahulu memahami makna pembaruan agama.</p>
<p>Dengan demikian, tadjiid yang masyruu’ (disyariatkan) dalam agama ini adalah mengembalikan kondisinya seperti yang ada pada zaman Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam, mengajak manusia kembali kepadanya seperti kehidupan tiga generasi awal yang utama (masa shohabat, tabi’in dan tabiut tabi’in -pent), dengan itu, penyimpangan orang-orang yang melampaui batas, keburukan orang yang mengikuti kebatilan, sikap berlebihan dari orang-orang yang pandai memutar kata-kata dan kerusakan orang-orang fasiq dapat dilenyapkan dari agama ini. Kemudian manusia akan kembali kepadanya dengan sikap menerima dan <em>legowo, </em>dengan ketundukkan dan kepasrahan, dengan kepercayaan dan ketaatan, dengan penghormatan dan pengabdian, serta dengan pemahaman, keterikatan dan penerapan yang baik.</p>
<p>Lebih dari itu, hadits tentang mujaddid itu juga menjelaskan bahwa Allah telah mengkaruniai umat yang dirahmati ini –yang notabene adalah umat terbaik yang dari seluruh umat manusia- yaitu dengan tidak akan berlalu tiap 100 tahun dari umur umat ini kecuali Allah mendatangkan bagi mereka orang yang akan memperbaharui agama. Ini merupakan berita gembira bahwa pembaruan pada umat ini tidak akan pernah terputus.  yang mana setiap kali keterasingan melanda umat akan segera diikuti oleh pembaruan. Dan berita tersebut juga menjelaskan bahwa tajdid itu terjadi pada tiap penghujung 100 tahun. Dan hal tersebut merupakan karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dari hambaNya yang menunaikan fungsi tersebut pada tiap periode. Dengan demikian, tiap kurun tidak akan kosong dari para pembaharu, dan tidak mungkin, ada suatu kurun yang berlalu tanpa kehadiran seorang pembaharu pun.</p>
<p>Lafadz yang terkandung di dalam hadits tidak mengharuskan bahwa mujaddid itu hanya satu orang. Sesuai dengan agungnya fungsi dan urgensinya maka dibutuhkan adanya banyak mujaddind untuk mengemban fungsi tersebut. Dan lafadz “man” yang terdapat dalam hadits tersebut membenarkan hal itu, sebab lafadz itu mencakup individu dan jama’ah yang terdiri dari sekumpulan manusia. Tajdid atau pembaruan juga tidak terbatas pada satu aspek tertentu saja, tapi pembaruan itu meliputi seluruh hal yang dicakup oleh agama sebagaimana dipahami dari keumuman yang diambil dari sabda beliau “agama mereka”. Dengan demikian, agama akan tetap terjaga kemurniannya, dan dapt diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam keadaan sempurna tanpa terkurangi. Yang menguatkan pemahaman ini adalah Firman Allah Ta’aalaa dalam Al Hijr ayat 9:</p>
<p>إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ</p>
<p>“<em>sesungguhnya Kami menurunkan Adz Dzikr, dan sesungguhnya Kami benar-benar merupakan penjaga baginya”</em></p>
<p>Dan terdapat juga di dalam sabda Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam :</p>
<p>لا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ، لا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ، حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ</p>
<h6>“<em>Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang tampil di atas kebenaran. Orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan membawa madharat bagi mereka dan tidak pula orang-orang yang menyelisihi mereka, mereka tetap dalam kondisi seperti itu sehingga datang urusan Allah</em> (kiamat -pent). ” (HR. Muslim dan Ahmad)</h6>
<h6>Demikianlah pemahaman orang-orang terdahulu mengenai tajdiid (pembaruan).</h6>
<h6>Bersambung ….</h6>
<h6>Diterjemahkan dari Majalah Al-Waie, nomor 281, Juni 2010 oleh [Bengkel Fikrah, 19/06/2010]</h6>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/820/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=820&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/23/pembaruan-agama-tajdiidud-diin-antara-kesungguhan-dan-penyimpangan-bag-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54d994c62e4826a730f11b87b8269b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belantaraimajinasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/pembaruan-islam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pembaruan islam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biografi Asy Syaikh Yaasin Thoha Al ‘azawiy Rahimahullah</title>
		<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/22/biografi-asy-syaikh-yaasin-thoha-al-azawiy-rahimahullah/</link>
		<comments>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/22/biografi-asy-syaikh-yaasin-thoha-al-azawiy-rahimahullah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 May 2012 15:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kusnady Ar-Razi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>
		<category><![CDATA[HT Irak]]></category>
		<category><![CDATA[Syeikh Yasin Thoha]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama HT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belantaraimajinasi.wordpress.com/?p=816</guid>
		<description><![CDATA[Yasin Thoha Al ‘Azaawiy merupakan guru dari para pembaca Al Qur’an dan ahli tajwiid (Syaikhul Qurraa’ wal mujawwidiin) di Irak. Di lahirkan di daerah Al Fadhl Baghdad Irak. Beliau memegang kepemimpinan Jam’iyatul Qurroo’ wal Mujawwidiin al Iroqiyyiin (perkumpulan para ahli baca Al Qur’an dan ahli tajwid Irak), anggota Al Majma’ul Ilmiy Al ‘Iroqiy, dan Perkumpulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=816&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/syeikh-yasin.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-817" title="Syeikh Yasin" src="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/syeikh-yasin.jpg?w=600" alt=""   /></a>Yasin Thoha Al ‘Azaawiy merupakan guru dari para pembaca Al Qur’an dan ahli tajwiid (Syaikhul Qurraa’ wal mujawwidiin) di Irak. Di lahirkan di daerah Al Fadhl Baghdad Irak. Beliau memegang kepemimpinan Jam’iyatul Qurroo’ wal Mujawwidiin al Iroqiyyiin (perkumpulan para ahli baca Al Qur’an dan ahli tajwid Irak), anggota Al Majma’ul Ilmiy Al ‘Iroqiy, dan Perkumpulan “Imam Abu Hanifah”.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kehidupan Beliau</strong></p>
<p>Asy Syaikh al haafidz rahimahullah sewaktu hidupnya telah kehilangan pengelihatan (buta, <em>subhaanaLlaah</em>). Ribuan penuntut ilmu di Irak telah belajar kepada Beliau rahimahullaah. Beliau telah berkomitmen untuk mendedikasikan hari-hari terakhir beliau yang baik guna memberikan pelajaran secara cuma-cuma kepada mereka tanpa memungut biaya, dan menyerahkan perhitungan amal itu kepada Allah Ta’aalaa. Asy Syaikh yang buta -semoga Allah mengasihi beliau- adalah seorang anggota Hizbut Tahrir. Beliau adalah teladan yang baik dalam pengorbanan, amal dan ketekunan di medan dakwah. Karena itulah beliau telah mengalami kesulitan dan penangkapan pada rezim pemerintahan yang lalu. Pada tahun 1974, beliau menghadapi hukuman penjara selama 15 tahun. Ketika Irak mengalami <span id="more-816"></span>invasi pada tahun 2003, Asy Syaikh -rahimahullah- tetap melanjutkan tujuannya dan tidak ada sesuatu pun yang mampu membelokkan beliau dari jalan dakwah dan dari perjuangan untuk melanjutkan kembali kehidupan islam dengan mendirikan Khilafah Rasyidah yang berdiri di atas manhaj kenabian. Beliau juga dikenal dengan sikap penentangannya terhadap pendudukan (Amerika atas Irak), penentangannya terhadap Pemerintahan Irak dan seruannya untuk melakukan Jihad terhadap tentara pendudukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ijazah beliau dalam meriwayatkan Qiro’ah Imam ‘Aashim bin Abil Najuud al kuufiy</strong></p>
<p>Asy syaikh -rahimahullaah- biasanya memberi ijazah kepada murid-muridnya dengan dua qiro’ah, yakni qiro’ah ‘Aashim Syu’bah dan qiro’ah Hafsh. Beliau mengambil qiro’ah itu dengan ijazah dari Syaikh Hasan Ali Dawud Al ‘Amiri. Beliau juga memberi ijazah qiro’ah Ibnu Katsir Al Maaki. Selain itu, beliau juga belajar dan membaca qiro’ah dihadapan Syaikh Muhsin Ath thorwuthiy Al Mishriy dan beliau memberi ijazah qiro’ah tujuh dari Asy Syaathibiyyah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Wafat</strong></p>
<p>Asy Syaikh Yaasin Al ‘azawi wafat pada hari selasa 24 Dzulhijjah 1426 H bertepatan dengan tanggal 24 Januari 2006 M setelah mengalami serangan jantung pada umur 70 tahun. Semoga Allah merahmati beliau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(by titok, diterjemahkan scr bebas dari Wikipedia)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber yang dipakai wiki:</p>
<p>Al Wa’ie Arab edisi 228, Muharram 1427 H/ februari 2006</p>
<p>situs “Al Islam Al Yaum” dengan artikel berjudul “wafatnya seorang tokoh besar pembaca Al qur’an dan anggota majma’ baghdad al ilmiy (dewan ilmu pengetahuan Baghdad)”, Selasa, 24 Dzulhijjah 1426, atau 24 februari 2006.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bacaan al Qur’an beliau bisa di download di:</p>
<p>http://www.mullataha.googlepages.com/</p>
<p>http://www.mullayaseen.googlepages.com/</p>
<p>http://www.mullataha.googlepages.com/mada27</p>
<p>http://www.mazameer.com/vb/t44869.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/816/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=816&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/22/biografi-asy-syaikh-yaasin-thoha-al-azawiy-rahimahullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54d994c62e4826a730f11b87b8269b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belantaraimajinasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/syeikh-yasin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Syeikh Yasin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muslim Berwajah Humanis</title>
		<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/07/muslim-berwajah-humanis/</link>
		<comments>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/07/muslim-berwajah-humanis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 May 2012 11:43:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kusnady Ar-Razi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[antroposentris]]></category>
		<category><![CDATA[humanis]]></category>
		<category><![CDATA[humanisme]]></category>
		<category><![CDATA[muslim humanis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belantaraimajinasi.wordpress.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Kusnady Ar-Razi “Apa pendapat Anda ketika goyangan Anda saat bernyanyi mengundang banyak kontroversi?”, tanya seorang host di acara Talk Show kepada salah seorang penyanyi dangdut. “Saya kan niatnya menghibur, jadi baik-buruk kembali ke diri masing-masing saja”, jawabnya. Di waktu yang lain, seorang artis juga pernah diprotes lantaran pakaiannya yang sangat seksi, dengan santai ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=812&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;" align="center"><strong>Oleh: Kusnady Ar-Razi</strong></p>
<p><a href="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/portrait_of_dancing_15_by_dearchivism1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-813" title="Portrait_of_Dancing_15_by_dearchivism" src="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/portrait_of_dancing_15_by_dearchivism1.jpg?w=300&h=187" alt="" width="300" height="187" /></a>“<em>Apa pendapat Anda ketika goyangan Anda saat bernyanyi mengundang banyak kontroversi?</em>”, tanya seorang host di acara Talk Show kepada salah seorang penyanyi dangdut. “<em>Saya kan niatnya menghibur, jadi baik-buruk kembali ke diri masing-masing saja</em>”, jawabnya. Di waktu yang lain, seorang artis juga pernah diprotes lantaran pakaiannya yang sangat seksi, dengan santai ia menjawab, “<em>biarkan masyarakat yang menilai</em>”.</p>
<p>Anda sering mendengar pernyataan-pernyataan yang senada dengan itu? Jangan heran, inilah fenomena menjamurnya doktrin humanis. Humanisme telah lama dikenal di Barat sejak masa <em>renaissance</em>. Sejak kebangkitan filsafat Rasionalisme di abad 18 dan 19, masyarakat Barat telah memarjinalkan agama dan menggantinya dengan akal sebagai sumber kebenaran. Istilah humanisme sendiri berasal dari bahasa Italia <em>umanista</em>, yang artinya guru atau murid sastra klasik. Namun benih-benih pemikirannya sudah ada sejak abad 14 di saat masyarakat Barat mulai memiliki semangat untuk mengkaji filsafat. Mereka menganggap bahwa manusia punya kemampuan untuk menentukan kebenaran.</p>
<p>Jadi sebenarnya humanis itu antroposentris, lawan dari teosentris. Antroposentris artinya menjadikan manusia sebagai pusat. Yang menentukan baik dan buruk adalah akal manusia, bukan agama. Meski awalnya ia hidup bersama agama, tetapi di abad modern humanisme telah ‘cerai’ dari agama. Tanpa agama manusia bisa berkembang. Bahkan tanpa Tuhan pun manusia mampu menentukan kebaikan dan keburukan. Robert G. Ingersoll, seorang humanis sekular, dengan terang-terangan mengatakan, “<em>kini saya yakin hantu dan tuhan adalah mitos. Aku bebas meneriakkan apa saja!</em>”. Inilah wajah humanis yang sebenarnya, ateis.<span id="more-812"></span></p>
<p>Dalam ajaran humanisme, seseorang tak berhak melarang orang lain atas apa yang diperbuatnya. Melarang orang lain untuk tak memakai pakaian minim adalah tindakan tak humanis karena melanggar HAM katanya. Melarang lesbianisme, homo, aborsi, juga tindakan tak humanis. Celakanya, banyak muslim yang latah ikut-ikutan mengadopsi humanisme. Keluarlah dari lisan mereka, “<em>tujuan (maqashid) syari’at lebih penting dari syari’at</em>” artinya kemanusiaan lebih penting dari syari’at. Menjadi seorang yang moralis lebih penting dari pada menjadi seorang yang religius, begitulah kira-kira.</p>
<p>Bagi seorang muslim, tentu saja humanisme ini sangat berbahaya. Sebab seorang muslim membangun peradabannya berdasarkan wahyu. Kebenaran selalu diukur berdasarkan wahyu dan akal yang tak bertentangan dengan wahyu. Jika humanisme ini diadopsi, maka akan banyak sekali kewajiban dalam Islam yang diabaikan. Jihad adalah wajib, tapi bisa dianggap tak bermoral oleh humanisme karena bertentangan dengan kemanusiaan.</p>
<p>“<em>Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui</em>.” (Q.S. Al-Baqarah: 216)</p>
<p>Apa yang dianggap baik oleh manusia belum tentu baik menurut Allah, begitu pula sebaliknya. Perang dalam Islam ditujukan bagi mereka yang menghalangi-halangi dakwah Islam. Bagi mereka yang mau tunduk di bawah kekuasaan Islam, maka mereka mendapatkan hak sebagaimana muslim yang lain. Dalam perang pun Islam memiliki adab, tidak boleh membunuh wanita, orang tua, anak-anak dan para budak yang dipaksa oleh tuannya untuk berperang. Tidak seperti Barat yang dianggap humanis, justru membunuh begitu banyak jiwa yang tak berdosa di Irak dan Afghanistan. Islam memiliki konsep sendiri mengenai kemanusiaan, tak perlu diajarkan oleh humanisme. Islam memiliki konsep bagaimana menjaga jiwa manusia dengan hukum <em>qishash</em>, menjaga kehormatan wanita dengan perintah berjilbab, menjaga adab kepada orang tua, berbuat baik kepada tetangga.</p>
<p>Humanisme juga akan menghilangkan konsep amar ma’ruf nahi mungkar. Kemungkaran adalah setiap perbuatan yang melanggar hak Allah dan hak manusia. Lesbi, homo, zina, percurian, aborsi, euthanasia, adalah perbuatan mungkar yang harus dihilangkan. Namun humanisme menganggapnya bukan bentuk kemungkaran, sebab manusia bebas berkehendak sesuka hati. Amar ma’ruf nahi mungkar akan dianggap sebagai bentuk pelanggaran kebebasan. Begitulah humanisme, ia telah menciptakan peradaban yang merusak demi mencapai apa yang mereka sebuat sebagai kebebasan.</p>
<p>Bagi seorang humanis, agamanya adalah liberalisme, objek sesembahannya adalah manusia, dan barangkali “jihad”nya adalah melawan agama. Jika demikian, kita memilih menjadi muslim sejati atau muslim berwajah humanis? []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/812/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=812&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/05/07/muslim-berwajah-humanis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54d994c62e4826a730f11b87b8269b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belantaraimajinasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/05/portrait_of_dancing_15_by_dearchivism1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Portrait_of_Dancing_15_by_dearchivism</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kontroversi Kenaikan Harga BBM</title>
		<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/03/29/kontroversi-kenaikan-harga-bbm/</link>
		<comments>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/03/29/kontroversi-kenaikan-harga-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2012 06:46:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kusnady Ar-Razi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[kenaikan BBM]]></category>
		<category><![CDATA[minyak mentah]]></category>
		<category><![CDATA[perhitungan harga BBM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belantaraimajinasi.wordpress.com/?p=804</guid>
		<description><![CDATA[Berikut merupakan penjelasan dan perhitungan harga BBM dari Pak Kwik Kian Gie: PENGANTAR Dalam paparan ini saya memberlakukan penyederhaan atau simplifikasi dengan maksud untuk memperoleh gambaran yang sangat jelas tentang esensinya saja. Maka saya mengasumsikan bahwa semua minyak mentah Indonesia dijadikan satu jenis BBM saja, yaitu bensin Premium. Metode ini sering digunakan untuk memperoleh gambaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=804&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Berikut merupakan penjelasan dan perhitungan harga BBM dari Pak Kwik Kian Gie:</strong></p>
<p><strong><a href="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/03/pertamina1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-805" title="SPBU PERTAMINA" src="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/03/pertamina1.jpg?w=300&h=165" alt="" width="300" height="165" /></a>PENGANTAR</strong></p>
<p>Dalam paparan ini saya memberlakukan penyederhaan atau simplifikasi dengan maksud untuk memperoleh gambaran yang sangat jelas tentang esensinya saja.</p>
<p>Maka saya mengasumsikan bahwa semua minyak mentah Indonesia dijadikan satu jenis BBM saja, yaitu bensin Premium. Metode ini sering digunakan untuk memperoleh gambaran tentang esensi atau inti permasalahannya. Metode ini dikenal dengan istilah<em>method of decreasing abstraction</em>, terutama kalau dilanjutkan dengan penyempurnaan dengan cara memasukkan semua detil dari data dan kenyataan, yang dikenal dengan istilah <em>putting the flesh on the bones</em>.</p>
<p>Cara perhitungan yang saya lakukan dan dijadikan dasar untuk paparan hari ini ternyata 99% sama dengan perhitungan oleh Pemerintah yang tentunya sangat mendetil dan akurat.</p>
<p>Dengan data dan asumsi yang sama, Pemerintah mencantumkan kelebihan<span id="more-804"></span> uang tunai sebesar Rp. 96,8 trilyun, dan saya tiba pada kelebihan uang tunai sebesar Rp. 97,955 trilyun.</p>
<p><strong>PERMASALAHAN</strong></p>
<p>Kepada masyarakat diberikan gambaran bahwa setiap kali harga minyak mentah di pasar internasional meningkat, dengan sendirinya pemerintah harus mengeluarkan uang ekstra, dengan istilah “untuk membayar subsidi BBM yang membengkak”.</p>
<p>Harga minyak mentah di pasar internasional selalu meningkat. Sebabnya karena minyak mentah adalah fosil yang tidak terbarui (<em>not renewable</em>). Setiap kali minyak mentah diangkat ke permukaan bumi, persediaan minyak di dalam perut bumi berkurang. Pemakaian (konsumsi) minyak bumi sebagai bahan baku BBM meningkat terus, sehingga permintaan yang meningkat terus berlangsung bersamaan dengan berkurangnya cadangan minyak di dalam perut bumi. Hal ini membuat bahwa permintaan senantiasa meningkat sedangkan berbarengan dengan itu, penawarannya senantiasa menyusut.</p>
<p>Sejak lama para pemimpin dan cendekiawan Indonesia berhasil di-“<em>brainwash</em>” dengan sebuah doktrin yang mengatakan : “Semua minyak mentah yang dibutuhkan oleh penduduk Indonesia harus dinilai dengan harga internasional, walaupun kita mempunyai minyak mentah sendiri.” Dengan kata lain, bangsa Indonesia yang mempunyai minyak harus membayar minyak ini dengan harga internasional.</p>
<p>Harga BBM yang dikenakan pada rakyat Indonesia tidak selalu sama dengan ekuivalen harga minyak mentahnya. Bilamana harga BBM lebih rendah dibandingkan dengan ekuivalen harga minyak mentahnya di pasar internasional, dikatakan bahwa pemerintah merugi, memberi subsidi untuk perbedaan harga ini. Lantas dikatakan bahwa “subsidi” sama dengan uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah, sedangkan pemerintah tidak memilikinya. Maka APBN akan jebol, dan untuk menghindarinya, harga BBM harus dinaikkan.</p>
<p>Pikiran tersebut adalah pikiran yang sesat, ditinjau dari sudut teori kalkulasi harga pokok dengan metode apapun juga. Penyesatannya dapat dituangkan dalam angka-angka yang sebagai berikut.</p>
<p>Harga bensin premium yang Rp. 4.500 per liter sekarang ini ekuivalen dengan harga minyak mentah sebesar US$ 69,50 per barrel. Harga yang berlaku US$ 105 per barrel. Lantas dikatakan bahwa pemerintah merugi US$ 35,50 per barrel. Dalam rupiah, pemerintah merugi sebesar US$ 35,50 x Rp. 9.000 = Rp. 319.500 per barrel. Ini sama dengan Rp. 2009, 43 per liter (Rp. 319.500 : 159). Karena konsumsi BBM Indonesia sebanyak 63 milyar liter per tahun, dikatakan bahwa kerugiannya 63 milyar x Rp. 2009,43 = Rp. 126,59 trilyun per tahun. Maka kalau harga bensin premium dipertahankan sebesar Rp. 4.500 per liter, pemerintah merugi atau memberi subsidi sebesar Rp. 126,59 trilyun. Uang ini tidak dimiliki, sehingga APBN akan jebol.</p>
<p>Pikiran yang didasarkan atas perhitungan di atas sangat menyesatkan, karena sama sekali tidak memperhitunkan kenyataan bahwa bangsa Indonesia memiliki minyak mentah sendiri di dalam perut buminya.</p>
<p>Pengadaan BBM oleh Pertamina berlangsung atas perintah dari Pemerintah. Pertamina diperintahkan untuk mengadakan 63 milyar liter bensin premium setiap tahunnya, yang harus dijual dengan harga Rp. 4.500 per liter. Maka perolehan Pertamina atas hasil penjualan bensin premium sebesar 63.000.000.000 liter x Rp. 4.500 = Rp. 283,5 trilyun.</p>
<p>Pertamina disuruh membeli dari:</p>
<table width="650" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" bgcolor="#FFFFFF">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="138"><strong>Pemerintah</strong></td>
<td valign="top" width="181"><strong>37,7808 milyar liter</strong></td>
<td valign="top" width="213"><strong>dengan harga Rp. 5.944/liter =</strong></td>
<td valign="top" width="118"><strong>Rp. 224,5691tr</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="138">Pasar internasional</td>
<td valign="top" width="181">25,2192 milyar liter</td>
<td valign="top" width="213">dengan harga Rp. 5.944/liter =</td>
<td valign="top" width="118">Rp. 149,903 tr</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="138">Jumlahnya</td>
<td valign="top" width="181">63 milyar liter</td>
<td valign="top" width="213">dengan harga Rp. 5.944/liter =</td>
<td valign="top" width="118">Rp. 374,4721 tr</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="138">Biaya LRT</td>
<td valign="top" width="181">63 milyar liter @Rp. 566</td>
<td valign="top" width="213">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="118">Rp. 35,658 tr</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"><strong>Jumlah Pengeluaran Pertamina</strong></td>
<td valign="top" width="213"></td>
<td valign="top" width="118"><strong>Rp. 410,13 tr</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="138">Hasil Penjualan Pert</td>
<td valign="top" width="181">63 milyar liter @ Rp. 4.500</td>
<td valign="top" width="213">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="118">Rp. 283,5 tr</td>
</tr>
<tr>
<td colspan="3" valign="top"><strong>PERTAMINA DEFISIT/TEKOR/KEKURANGAN TUNAI</strong></td>
<td valign="top" width="118"><strong>Rp. 126,63 tr.</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Tabel di atas menunjukkan bahwa setelah menurut dengan patuh apa saja yang diperintahkan oleh Pemerintah, Pertamina kekurangan uang tunai sebesar Rp. 126,63 trilyun.</p>
<p><strong>Pemerintah menambal defisit tersebut dengan membayar tunai sebesar Rp. 126,63 trilyun yang katanya membuat jebolnya APBN, karena uang ini tidak dimiliki oleh Pemerintah.</strong></p>
<p><strong>Ini jelas bohong di siang hari bolong.</strong> Kita lihat baris paling atas dari Tabel denga huruf tebal (bold), bahwa Pemerintah <strong>menerima</strong> hasil penjualan minyak mentah kepada Pertamina sebesar <strong>Rp. 224,569</strong> trilyun. Jumlah penerimaan oleh Pemerintah ini tidak pernah disebut-sebut. Yang ditonjol-tonjolkan hanya tekornya Pertamina sebesar Rp. 126,63 trilyun yang harus ditomboki oleh Pemerintah.</p>
<p>Kalau jumlah penerimaan Pemerintah dari Pertamina ini tidak disembunyikan, maka hasilnya adalah:</p>
<table width="500" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="358">• Pemerintah menerima dari Pertamina sejumlah</td>
<td valign="top" width="142">Rp. 224,569 trilyun</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="358">• Pemerintah menomboki tekornya Pertamina sejumlah</td>
<td valign="top" width="142">(Rp. 126,63 trilyun)</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="358">• Per saldo Pemerintah kelebihan uang tunai sejumlah</td>
<td valign="top" width="142">Rp. 97,939 trilyun</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em><strong>Perhitungan selengkapnya dapat di-download <a title="di sini" href="http://kwikkiangie.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/Rincian_Perhitungan_BBM_Maret_2012.pdf" target="_blank">di sini</a>.</strong></em><br />
<strong></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>TEMPATNYA DALAM APBN</strong></p>
<p>Kalau memang ada kelebihan uang tunai dalam Kas Pemerintah, di mana dapat kita temukan dalam APBN 2012 ?</p>
<p>Di halaman 1 yang saya lampirkan, yaitu yang dirinci ke dalam :</p>
<table width="500" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="355">• Pos “DBH (Dana Bagi Hasil) sejumlah</td>
<td valign="top" width="145">Rp. 45,3 trilyun</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="355">• Pos “Net Migas” sejumlah</td>
<td valign="top" width="145">Rp. 51,5 trilyun</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="355">• Jumlahnya</td>
<td valign="top" width="145">Rp. 96,8 trilyun</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Sumber :<br />
<a href="http://kwikkiangie.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/perhitungan_bbm_anggito.jpg">Perhitungan Bp. Anggito Abimanyu</a> dan <a href="http://kwikkiangie.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/perhitungan_bbm_anthony.jpg">Perhitungan Bp. Anthony Budiawan<br />
</a></strong>(Silahkan diklik pada link di atas, untuk membandingkan perhitungan yang dilakukan oleh pemerintah dengan hasil perhitungan Pak Kwik)</p>
<p>Perbedaan sejumlah Rp. 1,1 trilyun disebabkan karena Pemerintah menghitungnya dengan data lengkap yang mendetil.</p>
<p>Saya menghitungngya dengan penyederhanaan/simplifikasi guna memperoleh esensi perhitungan bahwa Pemerintah melakukan kehohongan publik. Bedanya toh ternyata sama sekali tidak signifikan, yaitu sebesar Rp. 1,1 trilyun atau 1,14 % saja.</p>
<p><strong>SUBSIDI BUKAN PENGELUARAN UANG TUNAI</strong></p>
<p>Dalam pembicaraan tentang BBM, kata “subsidi BBM” yang paling banyak dipakai. Kebanyakan dari elit bangsa kita, baik yang ada di dalam pemerintahan maupun yang di luar mempunyai pengertian yang sama ketika mereka mengucapkan kata “subsidi BBM”.</p>
<p>Ketika mulut mengucapkan dua kata “subsidi BBM”, otaknya mengatakan “perbedaan antara harga minyak mentah internasional dengan harga yang dikenakan kepada bangsa Indonesia.” Ketika mulut mengucapkan “Subsidi bensin premium sebesar Rp. 2.009 per liter”, otaknya berpikir : “Harga minyak mentah USD 105 per barrel setara dengan dengan Rp. 6.509 per liter bensin premium, sedangkan harga bensin premium hanya Rp. 4.500 per liter”.</p>
<p>Mengapa para elit itu berpikir bahwa harga minyak mentah yang milik kita sendiri harus ditentukan oleh mekanisme pasar yang dikoordinasikan oleh NYMEX di New York ?</p>
<p>Karena mereka sudah di-“<em>brain wash</em><em>”</em> bahwa harga adalah yang berlaku di pasar internasional pada saat mengucapkan harga yang bersangkutan. Maka karena sekarang ini harga minyak mentah yang ditentukan dan diumumkan oleh NYMEX sebesar USD 105 per barrel atau setara dengan bensin premium seharga Rp. 6.509 per liter, dan harga yang diberlakukan untuk bangsa Indonesia sebesar Rp. 4.500 per liter, mereka teriak : “Pemerintah merugi sebesar Rp. 2.009 per liter”. Karena konsumsi bangsa Indonesia sebanyak 63 milyar liter per tahun, maka Pertamina merugi Rp. 126,567 trilyun per tahun.</p>
<p>Selisih ini disebut “subsidi”, dan lebih konyol lagi, karena lantas mengatakan bahwa “subsidi” ini sama dengan uang tunai yang harus dikeluarkan”.</p>
<p><strong>UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2001 TENTANG MINYAK DAN GAS BUMI</strong></p>
<p>Pikiran hasil <em>brain washing</em> tersebut berakar dalam UU nomor 22 tahun 2001. Pasal 28 ayat 2 berbunyi : “Harga bahan bakar minyak dan gas bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar”. Ini berarti bahwa rakyat harus membayar minyak yang miliknya sendiri dengan harga yang ditentukan oleh NYMEX di New York. Kalau harganya lebih rendah dikatakan merugi, harus mengeluarkan tunai yang tidak dimiliki dan membuat APBN jebol.</p>
<p>Seperti yang baru saya katakan tadi pikiran seperti itu tidak benar. Yang benar ialah pengeluaran uang tunai untuk pemompaan minyak sampai ke atas muka bumi (<em>lifting</em>) ditambah dengan pengilangan sampai menjadi BBM (<em>refining</em>) ditambah dengan pengangkutan sampai ke pompa-pompa bensin (<em>transporting</em>), seluruhnya sebesar USD 10 per barrel. Dengan kurs yang 1 USD = Rp. 9.000, uang tunai yang dikeluarkan untuk menghasilkan 1 liter premium sebesar Rp. 566.</p>
<p><strong>BAGAIMANA UUD HARUS DITAFSIRKAN TENTANG KEBIJAKAN MINYAK?</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut UUD kita harga BBM tidak boleh ditentukan oleh siapapun juga kecuali oleh hikmah kebijaksanaan yang sesuai dengan kepatutan, daya beli masyarakat dan nilai strategisnya bagi sektor-sektor kehidupan ekonomi lainnya. Mengapa ? Karena BBM termasuk dalam “Barang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak”.</p>
<p><strong>PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI</strong></p>
<p>Itulah sebabnya Mahkamah Konstitusi menyatakan pasal 28 ayat (2) dari UU nomor 22 tahun 2001 tentang Migas bertentangan dengan UUD RI. Putusannya bernomor 002/PUU-I/2003 yang berbunyi : “Harga bahan bakar minyak dan gas bumi diserahkan pada persaingan usaha yang sehat dan wajar dari Undang-Undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi bertentangan dengan Undang-Undang dasar Republik Indonesia.”</p>
<p><strong>Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2004 pasal 72 ayat (1)</strong></p>
<p><em>Brain washing</em> begitu berhasilnya , sehingga Putusan MK ini disikapi dengan Peraturan Pemerintah nomor 36 Tahun 2004. Pasal 72 ayat (1) berbunyi : “<strong>Harga bahan bakar minyak dan gas bumi</strong>, kecuali gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil,<strong>diserahkan pada persaingan usaha yang wajar, sehat dan transparan.”</strong></p>
<p>Ini benar-benar keterlaluan. UUD, MK dilecehkan dengan PP.</p>
<p>Jelas Pemerintah telah berpikir, berucap dan bertinak yang bertentangan dengan UUD kita dalam kebijakannya tentang BBM. Toh tidak ada konsekuensinya apa-apa. Toh Pemerintah akan memberlakukannya dengan merujuk pada Undang-Undang yang telah dinyatakan bertentangan dengan Konstitusi.</p>
<p><strong>APA MAKSUD DAN DAMPAK DARI MEMPERTAHANKAN BERLAKUNYA UU NO. 22 TAHUN 2001 ?</strong></p>
<p>Maksudnya jelas, yaitu supaya mendarah daging pada rakyat Indonesia bahwa mereka harus membayar harga BBM (bensin) dengan harga yang ditentukan oleh NYMEX. Bahkan setiap hari harga BBM harus bergejolak sesuai dengan fluktuasi harga minyak mentah yang diumumkan oleh NYMEX setiap beberapa menit sekali.</p>
<p>Harian Kompas tanggal 17 Mei 2008 memuat pernyataan Menko Boediono (yang sekarang menjabat Wakil Presiden) yang berbunyi : “Pemerintah akan menyamakan harga bahan bakar minyak atau BBM untuk umum di dalam negeri dengan harga minyak di pasar internasional secara bertahap mulai tahun 2008……..dan <strong>Pemerintah ingin mengarahkan kebijakan harga BBM pada mekanisme penyesuaian otomatis dengan harga dunia</strong>.”</p>
<p>Harian Indopos tanggal 3 Juli 2008 mengutip Presiden SBY yang mengatakan :”Jika harga minyak USD 150 per barrel, subsidi BBM dan listrik yang harus ditanggung APBN Rp. 320 trilyun.” “Kalau (harga minyak) USD 160, gila lagi. Kita akan <strong>keluarkan</strong> (subsidi) Rp. 254 trilyun hanya untuk BBM.”</p>
<p>Jelas bahwa Presiden SBY sudah teryakinkan bahwa yang dikatakan dengan subsidi memang sama dengan uang tunai yang harus dikeluarkan. Hal yang sama sekali tidak benar, seperti yang diuraikan di atas tadi.</p>
<p><strong>SHELL SUDAH MENJALANKAN HARGA BBM NAIK TURUN OTOMATIS DENGAN NAIK TURUNNYA HARGA MINYAK DI PASAR INTERNASIONAL</strong></p>
<p>Barang siapa membeli bensin dari pompa Shell akan mengalami bahwa harga naik turun. Kemarin, tanggal 18 Maret 2012 harga bensin super Shell Rp. 9.550 per liter.</p>
<p>Harga Rp. 9.550 dikurangi dengan biaya LTR sebesar Rp. 566 = Rp. 8.984 per liter. Dengan kurs 1 USD = Rp. 9.000, harga ini setara dengan harga minyak mentah USD 0,9982 per liter atau USD 159 minyak mentah per barrel. Harga minyak mentah di pasar internasional USD 105 per barrel. Shell mengambil untung dari rakyat Indonesia sebesar USD 54 per barrel atau USD 0,34 per liter, yang sama dengan Rp. 3.057 per liternya. Ini kalau minyak mentahnya dibeli dari pasar internasional dengan harga USD 105 per barrel. Tetapi kalau minyak mentahnya berasal dari bagiannya dari kontrak bagi hasil, bayangkan berapa untungnya !!</p>
<p><strong>PEMERINTAH BERANGGAPAN BAHWA PENENTUAN HARGA BBM KEPADA RAKYATNYA SENDIRI HARUS SAMA DENGAN YANG DILAKUKAN OLEH SHELL</strong></p>
<p>Sekarang menjadi lebih jelas lagi bahwa Pemerintah merasa dan berpendapat (sadar atau tidak sadar) bahwa Pemerintah harus mengambil untung yang sama besarnya dengan keuntungan yang diraih oleh Shell dari rakyat Indonesia, bukan menutup defisit BBM dalam APBN, karena defisitnya tidak ada. Sebaliknya, yang ada surplus atau kelebihan uang tunai.</p>
<p><strong>BENSIN PERTAMAX DARI PERTAMINA SUDAH MEMBERI UNTUNG SANGAT BESAR KEPADA PERTAMINA</strong></p>
<p>Harga bensin Pertamax Rp. 9.650 per liter. Dikurangi dengan biaya LTR sebesar Rp. 566 menjadi setara dengan harga minyak mentah sebesar Rp. 9.084/liter. Dengan kurs 1 USD = Rp. 9.000, per liternya menjadi USD 1,0093, dan per barrel (x 159) menjadi USD 160,48. Untuk bensin Pertamax, Pertamina sudah mengambil untung sebesar USD 55,48 per barrelnya.</p>
<p>Nampaknya Pemerintah tidak rela kalau untuk bensin premium keuntungannya tidak sebesar ini juga.</p>
<p><strong>MENGAPA RAKYAT MARAH ?</strong></p>
<p>Kita saksikan mulai maraknya demonstrasi menolak kenaikan harga bensin premium. Bukan hanya karena kenaikan yang akan diberlakukan oleh Pemerintah memang sangat memberatkan, tetapi juga karena rakyat dengan cara pikir dan bahasanya sendiri mengerti bahwa yang dikatakan oleh Pemerintah tidak benar.</p>
<p>Banyak yang menanyakan kepada saya : Kita punya minyak di bawah perut bumi kita. Kenapa kok menjadi sedih kalau harganya meningkat ? Orang punya barang yang harganya naik kan seharusnya lebih senang ?</p>
<p>Dalam hal minyak dan bensin, dengan kenaikan harga di pasar internasional bukankah kita harus berkata : “Untunglah kita punyak minyak sendiri, sehingga harus mengimpor sedikit saja.”</p>
<p><strong>ADAKAH NEGARA YANG MENJUAL BENSINNYA ATAS DASAR KEBIJAKANNYA SENDIRI, TIDAK OLEH NYMEX ?</strong></p>
<p>Ada. Fuad Bawazir mengirimkan sms kepada saya dengan data tentang negara-negara yang menjual bensinnya dengan harga yang ditetapkannya sendiri, yaitu :</p>
<ul>
<li>Venezuela : Rp. 585/liter</li>
<li>Turkmenistan : Rp. 936/liter</li>
<li>Nigeria : Rp. 1.170/liter</li>
<li>Iran : Rp. 1.287/liter</li>
<li>Arab Saudi : Rp. 1.404/liter</li>
<li>Lybia : Rp. 1.636/liter</li>
<li>Kuwait : Rp. 2.457/liter</li>
<li>Quatar : Rp. 2.575/liter</li>
<li>Bahrain : Rp. 3.159/liter</li>
<li>Uni Emirat Arab : Rp. 4.300/liter</li>
</ul>
<p><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p>Kesimpulan dari paparan kami ialah :</p>
<ul>
<li>Pemerintah telah melanggar UUD RI</li>
<li>Pemerintah telah mengatakan hal yang tidak benar kepada rakyatnya, karena mengatakan mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 126 tr, sedangkan kenyataannya kelebihan uang tunai sebesar Rp. 97,955 trilyun.</li>
<li>Dengan menaikkan premium menjadi Rp. 6.000 per liter, Pemerintah ingin memperoleh kelebihan yang lebih besar lagi, yaitu sebesar Rp. 192,455 trilyun, bukan sekedar menutup “bolongnya” APBN.</li>
<li>Pertamina sudah mengambil keuntungan besar dari rakyat Indonesia dalam hal bensin Pertamax dan Pertamax Plus. Nampaknya tidak rela hanya memperoleh kelebihan uang tunai sebesar Rp. 97,955 trilyun dari rakyatnya. Maunya sebesar Rp. 192,455 trilyun dengan cara menaikkan harga bensin premium menjadi Rp. 6.000 per liter.</li>
<li>Pemerintah menuruti (<em>comply</em>) dengan aspirasi UU no. 22 tahun 2001 yang menghendaki supaya rakyat Indonesia merasa dan berpikir bahwa dengan sendirinya kita harus membayar bensin dengan harga dunia, agar dengan demikian semua perusahaan minyak asing bisa memperoleh laba dengan menjual bensin di Indonesia, yang notabene minyak mentahnya dari Indonesia sendiri.Bukankah Shell, Petronas, Chevron sudah mempunyai pompa-pompa bensin ?</li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/804/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=804&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/03/29/kontroversi-kenaikan-harga-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54d994c62e4826a730f11b87b8269b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belantaraimajinasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/03/pertamina1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">SPBU PERTAMINA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikayat Cinta Akhir Zaman</title>
		<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/03/29/hikayat-cinta-akhir-zaman/</link>
		<comments>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/03/29/hikayat-cinta-akhir-zaman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2012 06:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kusnady Ar-Razi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[hikayat cinta]]></category>
		<category><![CDATA[seks bebas]]></category>
		<category><![CDATA[valentine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belantaraimajinasi.wordpress.com/?p=800</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Kusnady Ar-Razi Konon, jika ada sepasang anak manusia memutuskan untuk mati bersama karena cinta, itu adalah pembuktian cinta sejati kata orang-orang. Cinta sejati dibawa sampai mati, begitu katanya. Mirip seperti roman picisan dari ranah Eropa, Romeo dan Juliet. Ada pula kisah Qais yang menunggui pusara Laila dalam keadaan putus asa selama 10 tahun. Lantaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=800&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Kusnady Ar-Razi</strong></p>
<p><a href="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/03/cinta.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-801" title="cinta" src="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/03/cinta.jpg?w=300&h=208" alt="" width="300" height="208" /></a>Konon, jika ada sepasang anak manusia memutuskan untuk mati bersama karena cinta, itu adalah pembuktian cinta sejati kata orang-orang. Cinta sejati dibawa sampai mati, begitu katanya. Mirip seperti roman picisan dari ranah Eropa, Romeo dan Juliet. Ada pula kisah Qais yang menunggui pusara Laila dalam keadaan putus asa selama 10 tahun. Lantaran ditinggal pujaan hati, Qais rela menghabiskan waktunya di atas tempat peristirahatan Laila. Dan pada akhirnya ia pun menemui ajalnya yang dinanti-nanti selama hidupnya agar bisa bertemu Laila di alam lain. Bagi para pemuja cinta tak peduli berapa banyak waktu yang telah mereka habiskan dan berapa banyak harta yang telah dikeluarkan, asalkan bisa bersama kekasih hati semua yang telah dihabiskan tak jadi persoalan. Dunia rasanya telah menjadi milik mereka berdua, sedangkan yang lain hanya <em>numpang</em> saja.</p>
<p>Entah mengapa kisah cinta seperti ini begitu melekat dalam kehidupan kita. Dari masa ke masa, generasi berganti generasi, kisah cinta semacam ini telah menginspirasi jutaan anak adam  melakukan aktivitas percintaan yang tak seharusnya. Di Barat, demi melanggengkan rasa cinta anak-anak muda bebas mengekspresikan cintanya. <em>Sex before married</em> adalah<span id="more-800"></span> hal yang lumrah, bahkan jika ada orang tua yang melarang, maka orang tuanya bisa terseret ke meja hijau. Sebab, hal itu melanggar kebebasan katanya. Anak muda yang telah mencapai umur 18 tahun ke atas bebas membawa pasangan mereka ke dalam kamar, dan orang tua tak ada hak untuk melarangnya.</p>
<p>Parahnya lagi, seks bukan hanya dianggap sebagai simbol cinta tapi juga sebagai kebutuhan. Orang-orang Barat menyandingkan seks bersama kebutuhan jasmani seperti makan dan minum. Seorang professor bernama Charles George pernah mengatakan bahwa seks tidak saja membakar 100 kalori tapi juga baik untuk kesehatan. Bagi mereka yang menjadi budak syahwat tentu ini merupakan anjuran yang menggiurkan. Akibatnya, seks bebas menjadi tradisi modern yang tidak hanya diminati oleh orang-orang Barat tetapi juga oleh masyarakat muslim.</p>
<p>Cobalah tengok perayaan Valentine’s Day (V Day), atas nama cinta jutaan orang telah melegalkan perzinaan. Kalaupun tak melakukan zina, minimal cinta diekspresikan dengan berpelukan, pegangan tangan atau berciuman. Banyak yang berdalih atas nama <em>ta’aruf</em> (perkenalan) sebelum menikah. Padahal tak sedikit lelaki yang bersiasat tebu, <em>habis manis sepah dibuang</em>. Jika tak cocok maka ditinggalkan, sedangkan kehormatan wanita telah direnggut.</p>
<p>Jikalau kita bertanya dengan jujur, apakah para lelaki menginginkan wanita terhormat untuk dijadikan istri? Barangkali sebagian besar mereka menjawab “iya”. Lantas mengapa mereka banyak melecehkan kehormatan wanita atas nama cinta? Begitu juga para wanita. Jika kita bertanya dengan jujur, apakah mereka menginginkan lelaki terhormat untuk dijadikan suami? Bisa jadi sebagian besar mereka juga akan menjawab “iya”. Lalu mengapa mereka tidak melayakkan diri? Mengapa justru begitu mudahnya menyerahkan kehormatannya untuk dijamah lelaki lain yang belum sah bagi mereka? Sudah menjadi fitrah manusia bahwa mereka menginginkan sesuatu yang baik. Sayangnya banyak yang tidak menyadari bahwa ketika mereka menginginkan sesuatu yang baik harus didapatkan dengan cara yang terbaik pula, bukan dengan menistakan diri sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Cinta Semu Abad Modern</strong></p>
<p>Tak ada yang salah dengan cinta. Rasa cinta dan kecenderungan kepada lawan jenis adalah manifestasi naluri melestarikan keturunan (<em>gharizatun nau’</em>). Ianya adalah fitrah. Namun seringkali pemenuhan rasa cinta yang salah membuat banyak orang celaka. Ikut-ikutan dalam tradisi asing seperti V Day tentu bagian dari kesalahan pemenuhan rasa cinta tersebut. V Day seolah menjadi ‘hari raya’ wajib. V Day perlahan telah menjadi bagian dari hikayat cinta akhir zaman. Apalagi dengan hadirnya Si Cupid (dewa cinta) yang berbentuk bayi kecil bersayap dengan panah cinta, turut menambah daftar ‘tuhan’ baru yang dipuja-puja.</p>
<p>Dalam Surah Al-Baqarah ayat 165 Allah berfirman: <em>“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.” </em></p>
<p>Celakanya, banyak yang tidak tahu bahwa <em>valentine</em> sendiri bermakna “Yang Maha Kuasa” <em>(</em><a href="http://www.korrnet.org/"><em>www.korrnet.org</em></a><em>). </em>Saat banyak lisan yang mengucapkan, “<em>be my valentine</em>”, tanpa sadar mereka telah menduakan Allah. Padahal kata tersebut ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhannya orang Romawi. <em>“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk ke dalamnya”, </em>begitulah sabda sang Nabi<em>.</em></p>
<p>Lagi-lagi tak ada yang salah dengan rasa cinta, tetapi cara pandang terhadap pemenuhan cinta itulah yang perlu dikoreksi. Ketika Allah menganugerahkan naluri tersebut, Allah menunjukkan jalan pemenuhannya. ‘Ali bin Abi Thalib (semoga Allah memuliakan wajahnya) tahu betul bagaimana memilih jalan terhormat untuk memenuhi rasa cintanya kepada putri sang Nabi. Di saat Abu Bakar dan ‘Umar ditolak lamarannya, ‘Ali menemui Nabi Saw dengan niat yang sama. Awalnya ia datang dengan perasaan ragu-ragu, khawatir niatnya melamar Fatimah juga akan menemui nasib yang sama seperti dua sahabatnya itu. Betapa tidak, dua sahabatnya tersebut dari sisi perjuangan dan harta dipandang lebih baik dari dirinya. Tetapi justru Nabi Saw berkata “<em>ahlan wa sahlan</em>” kepada ‘Ali. Ini artinya rasa cintanya kepada Fatimah tertunaikan dengan jalan mulia lagi terhormat. Fatimah yang ternyata juga menyimpan rasa yang sama sejak lama menerima ‘Ali sebagai suaminya.</p>
<p>Inilah sahabat Rasul Saw yang mulia. Mereka memahami bahwa naluri tersebut diciptakan demi melestarikan keturunan, bukan diumbar demi memenuhi gairah syahwat. “<em>Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” </em>(Q.S. Ar-Rum ayat 21).</p>
<p>Maka dari itu, pandangan yang salah harus direvolusi dengan pandangan yang benar. Pemenuhan cinta harus melewati jalan yang telah ditetapkan, yaitu menikah. Dengan jalan inilah tujuan diciptakan naluri tersebut bisa terwujud. Dengan jalan inilah kita mampu melestarikan keturunan yang banyak dan mulia, sehingga kelak Sang Nabi bisa berbangga di hadapan para nabi yang lain dengan banyaknya jumlah umatnya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Hukum Harus Ditegakkan</strong></p>
<p>Untuk menghilangkan kerusakan yang diakibatkan oleh paradigma kebebasan maka hukum yang berdiri di atas pilar aqidah Islam harus ditegakkan. Selama paradigma kebebasan masih liar berkeliaran, maka selamanya seks bebas, aborsi, AIDS tidak akan bisa dihilangkan. Andai seks bebas dengan tegas dilarang, tentu kita tak akan menemui kasus aborsi dan penyakit AIDS, sebab keduanya adalah dampak, sedangkan penyebabnya adalah pelegalan zina.</p>
<p>Islam telah melarang dengan tegas, zina haram dilakukan. Bagi yang tidak menuruti maka hukum rajamlah yang berbicara. Kejam? Mungkin kejam bagi mereka yang suka berzina. Tetapi jika hukum ini tegak, bukankah mereka akan berfikir seribu kali untuk melakukannya? Bukankah dengan begitu dampak kerusakannya bisa dicegah? Begitulah tabi’at sebuah hukum. Ia datang untuk mencegah kerusakan. Ada kemaksiatan yang tidak bisa dihilangkan dengan nasihat, tetapi bisa dihilangkan dengan kekuatan (kekuasaan).</p>
<p><em>إن الله ليزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآن</em> , <em>Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan wewenang kepada penguasa </em><em>untuk menghilangkan sesuatu yang  tidak bisa dihilangkan oleh Al Quran</em><em>, </em>begitu kata ‘Utsman bin ‘Affan. Jadi, syari’at itu harus dijadikan panglima dan nafsu harus tunduk sebagai budak.</p>
<p>Alangkah indahnya kehidupan jika dipenuhi oleh cinta yang kita ambil dari langit lalu ditebarkan ke bumi. Alangkah beradabnya umat ini jika mereka meneladani kehidupan generasi terbaik masa silam, dengan meniru tradisinya dan menerapkan hukum yang sama, Islam. Alangkah indahnya jika Islam menjadi landasan hikayat cinta akhir zaman. Indah. []</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/800/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=800&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/03/29/hikayat-cinta-akhir-zaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54d994c62e4826a730f11b87b8269b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belantaraimajinasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/03/cinta.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">cinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pergeseran Peradaban itu Realistis</title>
		<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/02/28/pergeseran-peradaban-itu-realistis/</link>
		<comments>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/02/28/pergeseran-peradaban-itu-realistis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 04:32:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kusnady Ar-Razi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Analisis]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pasang surut peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban dominan]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban islam]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pergeseran peradaban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belantaraimajinasi.wordpress.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Husain Matla Bencana finansial di AS membuat beberapa pembela kapitalisme mempertahankan diri, sebagaimana Allan Greespan dan Francis Fukuyama. Mereka mengatakan bahwa krisis yang terbesar pasca Malaise (1929) itu sama sekali bukan kesalahan kapitalisme dan pasar bebas. Mereka menyebut bahwa krisis itu lebih dikarenakan kerakusan para pebisnis yang melakukan bisnis derivatif, kecerobohan masyarakat dengan sikap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=795&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Husain Matla</strong></p>
<p><a href="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/02/peradaban-islam.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-796" title="peradaban Islam" src="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/02/peradaban-islam.jpg?w=300&h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Bencana finansial di AS membuat beberapa pembela kapitalisme mempertahankan diri, sebagaimana Allan Greespan dan Francis Fukuyama. Mereka mengatakan bahwa krisis yang terbesar pasca Malaise (1929) itu sama sekali bukan kesalahan kapitalisme dan pasar bebas. Mereka menyebut bahwa krisis itu lebih dikarenakan kerakusan para pebisnis yang melakukan bisnis derivatif, kecerobohan masyarakat dengan sikap yang tidak “cerdas pasar”, serta kegagalan pemerintah melakukan good governance. Tapi tampaknya banyak yang tak percaya pada bantahan yang terkesan defensif apologetik itu. Ini karena secara fakta terdapat banyak kejanggalan dari alasan kedua fundamentalis <strong>kapitalisme</strong> itu.</p>
<p>Keinginan agar semua orang berpikir “cerdas pasar” tidak relevan karena orang-orang yang cerdas pasar justru akan menjadikan mayoritas orang “bodoh pasar” (Kiyosaki, Rich Dad Poor Dad). Ini ditunjang oleh sistem bunga yang membuat eksploitasi itu menjadikan bisnis tak sekedar “permainan” tapi “pembantaian”. Dahlan Iskan menyatakan betapa tak adilnya orang-orang yang di sektor keuangan mendapat keuntungan 40 %, sementara orang-orang di sektor riil hanya dapat untung 20 %. Tentu saja ini sebuah eksploitasi karena orang-orang di sektor riil bekerja jauh lebih keras.<br />
Harapan supaya para kapitalis tidak rakus juga tidak mungkin. Ini karena selisih yang terlalu besar antara sektor keuangan dan sektor riil menjadikan eksploitasi benar-benar di depan mata. Faktanya, sistem bunga menjadikan<span id="more-795"></span> jual beli uang jauh lebih menarik dari produksi dan jual beli barang.<br />
Ketika sebuah bangsa mencapai kejayaan, mereka cenderung cinta kemewahan (Ibnu Khaldun, Mukadimah). Faktanya, kecenderungan ini menjadikan mereka rakus dan tidak cerdas pasar. Tak ada strategi kapitalisme untuk mengatasi kondisi ini. Mekanisme pasar tak sanggup menghasilkan “tangan gaib”. Optimisme Adam Smith dan John Naisbitt faktanya tak pernah terbukti. Pesimisme David Ricardo terasa lebih realistis.<br />
Tuntutan agar pemerintah melakukan good governance tak akan menyelesaikan masalah. Bagaimanapun, persaingan yang terjadi bukan persaingan sempurna. Tapi persaingan oligopolistis, bahkan monopolistis. Faktanya, manusia kemampuannya berbeda-beda. Tak semua mereka kuda. Sebagiannya singa dan mayoritasnya kancil. Sikap pemerintah tak akan mengubah suasana persaingan ini.<br />
Selama ini diharapkan para pelaku bisnis mempunyai jiwa spiritual dan sosial. Masalahnya, ini didapat dari mana? Adanya pebisnis yang dermawan seperti Bill Gates tak bisa jadi contoh karena bukan menjadi kecenderungan umum. Faktanya, tokoh-tokoh agama yang diharapkan menambal kekurangan ini terbelenggu, terkalahkan dominasi pasar. Tak pernah ada ceritanya para ulama menominasikan pengusaha yang “konsisten pada syariah”. Yang ada, para pengusaha menyeleksi ustadz yang lebih “disukai pasar”. Apalagi media dan lembaga rating selalu dikuasai pemegang modal, bukan pemegang nilai.</p>
<p>Semua itu menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada sopir dan penumpangnya. Masalahnya adalah, mobil yang bernama kapitalisme ini memang menghasilkan sopir atau penumpang yang tamak, bodoh, atau tak berdaya. Adalah wajar kalau penduduk dunia semakin tak percaya pada ideology ini.</p>
<p>Lalu, apakah kapitalisme akan segera hancur? Dan bagaimana prospek dunia masa depan?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Memasuki Era Stagnan</strong></p>
<p><strong></strong><br />
Umumnya, bangkitnya <strong>peradaban dominan</strong> yang kedua kali -berbeda dengan periode pertama– lebih dikarenakan kepahlawanan (heroism) daripada pencerahan (aufklarung). Ini dilakukan setelah terjadi friksi internal dan “perang dunia” yang melanda peradaban itu. Inilah yang terjadi pada peradaban Romawi setelah dilanda konflik Roma-Goth dan selanjutnya diserang Attila the Hun (452 M). Begitu pula yang terjadi pada peradaban Isalam setelah konflik Baghdad-Kairo dan selanjutnya diserbu Hulagu the Mongol. Peradaban kapitalis pun begitu. Konflik mazhab laissez faire (Inggris/Prancis) versus kapitalisme negara (Jerman) selanjutnya memicu Perang Dunia I dan II. Setelah itu, biasanya muncul “negara inti” (meminjam istilah Huntington) yang menyelamatkan dan memimpin peradaban (Bizantium, Utsmani, AS). Karenanya, pasang naik peradaban itu berikutnya lebih dilandasi kuatnya metode dan implementasi daripada ide dan formulasi. Mereka unggul dalam pengorganisasian dan militer. AS tentu saja lebih unggul daripada Kekaisaran Inggris Raya dulu, sebagaimana Utsmani lebih unggul daripada Abbasiyah.</p>
<p>Walau begitu, hal ini juga mempunyai imbas. Setelah peradaban itu surut, memang friksi internal (sebagaimana dalam periode pertama) tidak terlalu nampak. Namun, terjadi stagnasi. Inilah yang terjadi pada peradaban Romawi (abad VII M) dan peradaban Islam (abad XVI M) yang tampaknya besar tapi lemah dalam ide. Kecenderungan yang muncul hanyalah implementasi, bukannya internalisasi. Peradaban dilanjutkan dengan kurangnya kesadaran ideologis.</p>
<p>Peradaban kapitalis tampaknya sekarang juga demikian. Rusia dan China bukan negara yang “fundamentalis” pada kapitalisme. Meraka bahkan menjalankannya dengan banyak perkecualian. Eropa selalu terombang-ambing antara Keynesian versus neoklasik. Brasil dan India tipikal khas implementator. AS pun tampaknya melanjutkan kapitalisme tak seyakin sebelumnya. Keadaannya begitu mirip dengan Bizantium, Goth, dan Franka (abad VII M) atau Utsmani, Safawi, dan Moghul (abad XVI M). Peradaban berjalan multipolar, datar, dan stagnan, walaupun sepintas tampak besar.<br />
<strong>Geliat Peradaban Baru</strong></p>
<p><strong></strong><br />
Namun, kondisi ini sebenarnya sangat kondusif jika di dunia muncul sebuah konsep baru peradaban. Realitanya, itulah yang terjadi saat munculnya Islam di Madinah tahun 632 M dan saat bangsa-bangsa Barat mengorganisasikan dirinya melalui konferensi Westphalia tahun 1645 M yang menjadi penyangga penyebaran sekularisme-kapitalisme di Barat.</p>
<p>Untuk saat ini, tak ada konsep dunia lain yang siap menggantikan kapitalisme kecuali Islam. Sosialisme Amerika Latin sebanarnya hanyalah kapitalisme Keynesian dengan beberapa catatan. Itupun lebih didorong adanya orang kuat seperti Hugo Chaves dan Castro bersaudara. Tak ada prospek Amerika Latin akan memandu perubahan peradaban di dunia.</p>
<p>Sedangkan Islam sebaliknya. Memang mulai abad akhir XVI M melemah. Selanjutnya negeri-negeri Islam satu per satu jatuh ke dalam cengkeraman imperialisme Barat. Tapi itu sebenarnya lebih karena stagnasi. Tak berarti konsepnya hilang. Bahkan disamping konsep itu tetap ada, banyak para pengembannya yang menyoroti dengan detail akan kesalahan dan kekeliruan kapitalisme dalam memimpin dunia. Banyak konsep-konsep hasil ijtihad bermunculan, tak hanya tentang thaharah, nikah, dan pengurusan mayat. Tapi juga menyangkut sistem pemerintahan, hukum, ekonomi, serta sosial. Dua fondasi masyarakat Islam, yaitu ekonomi syariah dan sistem khilafah kembali populer. Sebagaimana survei SEM Institute dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis, tren pro syariah di Indonesia meningkat pesat (&gt; 80 %). Dan tren ini ternyata juga menjadi tren global dunia Islam.</p>
<p>Dalam tahapan stagnasi kapitalisme ini, pergeseran peradaban tampaknya sangatlah realistis. Tidakkah kita berkaca pada abad VII M dan abad XVI M?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/795/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=795&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/02/28/pergeseran-peradaban-itu-realistis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54d994c62e4826a730f11b87b8269b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belantaraimajinasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/02/peradaban-islam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">peradaban Islam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas Sejarah Kesusastraan Indonesia</title>
		<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/02/22/sekilas-sejarah-kesustraan-indonesia/</link>
		<comments>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/02/22/sekilas-sejarah-kesustraan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 01:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kusnady Ar-Razi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekam Jejak]]></category>
		<category><![CDATA[kesustraan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sastra indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah kesustraan indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belantaraimajinasi.wordpress.com/?p=789</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Kusnady Ar-Razi Indonesia dalam perjalanan sejarahnya telah banyak melahirkan penulis, penyair dan sastrawan yang tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga di dunia internasional. Sejak sebelum kemerdekaan, aliran sastra dalam dunia kepenulisan telah berkembang begitu pesatnya. Para penulis yang dikategorikan ke dalam angkatan balai pustaka dianggap sebagai penulis sekaligus sastrawan terbaik pada masa sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=789&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Kusnady Ar-Raz</strong>i</p>
<p><a href="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/02/historia.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-790" title="historia" src="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/02/historia.jpg?w=600" alt=""   /></a>Indonesia dalam perjalanan sejarahnya telah banyak melahirkan penulis, penyair dan sastrawan yang tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga di dunia internasional. Sejak sebelum kemerdekaan, aliran sastra dalam dunia kepenulisan telah berkembang begitu pesatnya. Para penulis yang dikategorikan ke dalam angkatan balai pustaka dianggap sebagai penulis sekaligus sastrawan terbaik pada masa sebelum kemerdekaan. Pasca kemerdekaan, Indonesia rasanya tak pernah habis melahirkan penulis, sebut saja Pramoedya Ananta Toer yang mengambil aliran realis-sosialis. Tetralogi Buru yang ditulisnya saat mendekam di Pulau Buru telah mengantarkan namanya ke kancah internasional, bahkan sempat dicalonkan sebagai peraih nobel dalam bidang sastra. Namanya layak disanding dengan sastrawan dunia seperti Leo Tolstoy dan Ernest Hemingway.</p>
<p><strong>Kesusastraan Indonesia Pra-Kemerdekaan</strong></p>
<p>Para penulis sekaligus penyair pada masa sebelum kemerdekaan disebut pujangga lama. Pengklasifikasian semacam ini berdasarkan periode sejarah sastra indonesia yang lahir sebelum abad 20. Pada masa ini karya satra di dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan hikayat. Di Nusantara, budaya Melayu klasik dengan pengaruh Islam yang kuat meliputi<span id="more-789"></span> sebagian besar negara pantai Sumatera dan Semenanjung Malaya. Di Sumatera bagian utara muncul karya-karya penting berbahasa Melayu, terutama karya-karya keagamaan. Hamzah Fansuri adalah yang pertama di antara penulis-penulis utama angkatan Pujangga Lama. Dari istana Kesultanan Aceh pada abad XVII muncul karya-karya klasik selanjutnya, yang paling terkemuka adalah karya-karya Syamsuddin Pasai dan Abdurrauf Singkil, serta Nuruddin ar-Raniri.<sup>1</sup></p>
<p>Karya Sastra Pujangga Lama di antaranya adalah:<sup>2</sup><br />
Bidang Sejarah :   <em>Sejarah Melayu (Malay Annals)<br />
</em>Hikayat :<br />
* Hikayat Abdullah<br />
* Hikayat Aceh<br />
* Hikayat Amir Hamzah<br />
* Hikayat Andaken Penurat<br />
* Hikayat Bayan Budiman<br />
* Hikayat Djahidin<br />
* Hikayat Hang Tuah<br />
* Hikayat Iskandar Zulkarnain<br />
* Hikayat Kadirun<br />
* Hikayat Kalila dan Damina<br />
* Hikayat Masydulhak<br />
* Hikayat Pandawa Jaya<br />
* Hikayat Pandja Tanderan<br />
* Hikayat Putri Djohar Manikam<br />
* Hikayat Sri Rama<br />
* Hikayat Tjendera Hasan<br />
* Tsahibul Hikayat<br />
Syair :<br />
* Syair Bidasari<br />
* Syair Ken Tambuhan<br />
* Syair Raja Mambang Jauhari<br />
* Syair Raja Siak<br />
Kitab Agama<br />
* Syarab al-&#8217;Asyiqin (Minuman Para Pecinta) oleh Hamzah Fansuri<br />
* Asrar al-&#8217;Arifin (Rahasia-rahasia para Gnostik) oleh Hamzah Fansuri<br />
* Nur ad-Daqa&#8217;iq (Cahaya pada kehalusan-kehalusan) oleh Syamsuddin Pasai<br />
* Bustan as-Salatin (Taman raja-raja) oleh Nuruddin ar-Raniri</p>
<p>Masa berikutnya adalah masa angkatan balai pustaka. Pada periode ini banyak karya sastra yang diterbitkan oleh penerbit Balai Pustaka. Karya sastra pada periode ini dipenuhi dengan roman, novel, cerita pendek dan puisi yang mulai menggantikan kedudukan syair dan hikayat dari pujangga lama.</p>
<p>Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka:<sup>3</sup><br />
* Merari Siregar<br />
* Azab dan Sengsara(1920)<br />
* Binasa kerna Gadis Priangan(1931)<br />
* Cinta dan Hawa Nafsu<br />
* Marah Roesli<br />
* Siti Nurbaya(1922)<br />
* La Hami (1924)<br />
* Anak dan Kemenakan(1956)</p>
<p>* Muhammad Yamin<br />
* Tanah Air(1922)<br />
* Indonesia, Tumpah Darahku (1928)<br />
* Kalau Dewi Tara Sudah Berkata<br />
* Ken Arok dan Ken Dedes (1934)<br />
* Nur Sutan Iskandar<br />
Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923)<br />
* Cinta yang Membawa Maut(1926)<br />
* Salah Pilih(1928)<br />
* Karena Mentua(1932)<br />
* Tuba Dibalas dengan Susu(1933)<br />
* Hulubalang Raja (1934)<br />
* Katak Hendak Menjadi Lembu (1935)<br />
* Tulis Sutan Sati<br />
* Tak Disangka(1923)<br />
* Sengsara Membawa Nikmat (1928)<br />
* Tak Membalas Guna(1932)<br />
* Memutuskan Pertalian(1932)<br />
* Djamaluddin Adinegoro<br />
* Darah Muda (1927)<br />
* Asmara Jaya(1928)<br />
* Abas Soetan Pamoentjak<br />
* Pertemuan(1927<br />
* Abdul Muis<br />
* Salah Asuhan (1928)<br />
* Pertemuan Djodoh(1933)<br />
* Aman Datuk Madjoindo<br />
* Menebus Dosa(1932)<br />
* Si Cebol Rindukan Bulan(1934)<br />
* Sampaikan Salamku Kepadanya (1935)</p>
<p><strong>Kesusastraan Indonesia Pasca Kemerdekaan</strong></p>
<p>Pasca kemerdekaan, sastra Indonesia berkembang begitu pesatnya. Di tahun 50-an diwarnai dengan karya cerita pendek dan kumpulan puisi. Terbitnya majalah sastra Kisah besutan H.B. Jassin ikut menyemarakkan dunia kepenulisan masa itu. Namun pada periode ini muncul gerakan komunis di kalangan sastrawan. Ciri khasnya dengan mengusung konsep realisme-sosialis, yang beberapa karya para sastrawan dari kalangan ini sempat dilarang perederannya pada masa orde baru.</p>
<p><strong><br />
</strong>Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1950 &#8211; 1960-an antara lain adalah:<br />
* Pramoedya Ananta Toer<br />
o Kranji dan Bekasi Jatuh (1947)<br />
o Bukan Pasar Malam (1951)<br />
o Di Tepi Kali Bekasi (1951)<br />
o Keluarga Gerilya (1951)<br />
o Mereka yang Dilumpuhkan (1951)<br />
o Perburuan (1950)<br />
o Cerita dari Blora (1952)<br />
o Gadis Pantai (1965)</p>
<p>o Tetralogi Buru<br />
* Nh. Dini<br />
o Dua Dunia (1950)<br />
o Hati jang Damai (1960)</p>
<p>* Sitor Situmorang<br />
o Dalam Sadjak (1950)<br />
o Djalan Mutiara: kumpulan tiga sandiwara (1954)<br />
o Pertempuran dan Saldju di Paris (1956)<br />
o Surat Kertas Hidjau: kumpulan sadjak (1953)<br />
o Wadjah Tak Bernama: kumpulan sadjak (1955)<br />
* Mochtar Lubis<br />
o Tak Ada Esok (1950)<br />
o Jalan Tak Ada Ujung (1952)<br />
o Tanah Gersang (1964)<br />
o Si Djamal (1964)<br />
* Marius Ramis Dayoh<br />
o Putra Budiman (1951)<br />
o Pahlawan Minahasa (1957)<br />
* Ajip Rosidi<br />
o Tahun-tahun Kematian (1955)<br />
o Ditengah Keluarga (1956)<br />
o Sebuah Rumah Buat Hari Tua (1957)<br />
o Cari Muatan (1959)<br />
o Pertemuan Kembali (1961)<br />
* Ali Akbar Navis<br />
o Robohnya Surau Kami &#8211; 8 cerita pendek pilihan (1955)<br />
o Bianglala &#8211; kumpulan cerita pendek (1963)<br />
o Hujan Panas (1964)<br />
o Kemarau (1967)<br />
* Toto Sudarto Bachtiar<br />
o Etsa sajak-sajak (1956)<br />
o Suara &#8211; kumpulan sajak 1950-1955 (1958)<br />
* Ramadhan K.H<br />
o Priangan si Jelita (1956)<br />
* W.S. Rendra<br />
o Balada Orang-orang Tercinta (1957)<br />
o Empat Kumpulan Sajak (1961)<br />
o Ia Sudah Bertualang (1963)<br />
* Subagio Sastrowardojo<br />
o Simphoni (1957)<br />
* Nugroho Notosusanto<br />
o Hujan Kepagian (1958)<br />
o Rasa Sajangé (1961)<br />
o Tiga Kota (1959)<br />
* Trisnojuwono<br />
o Angin Laut (1958)<br />
o Dimedan Perang (1962)<br />
o Laki-laki dan Mesiu (1951)<br />
* Toha Mochtar<br />
o Pulang (1958)<br />
o Gugurnya Komandan Gerilya (1962)<br />
o Daerah Tak Bertuan (1963)<br />
* Purnawan Tjondronagaro<br />
o Mendarat Kembali (1962)<br />
* Bokor Hutasuhut<br />
o Datang Malam (1963)</p>
<p>Kemudian muncul angkatan 1966 – 1970 yang ditandai dengan munculnya majalah Horison (majalah sastra) yang dipimpin oleh Mochtar Lubis. Pada masa inilah muncul sastrawan kawakan Taufik Ismail. Karya-karya Taufik Ismail yang penuh dengan nuansa religius terus bisa dinikmati hingga saat ini. Hingga pada tahun 2000 beberapa sastrawan muda Indonesia terus melahirkan banyak karya sastra. Sebut saja seperti Andrea Hirata yang begitu apik memotret kehidupan sosial ke dalam karya sastra. Tetralogi Laskar Pelangi saat ini telah berhasil menarik perhatian dunia.</p>
<p>Nah, bagaimana dengan kita? Apakah kita akan mengambil bagian dari generasi yang memahatkan karyanya untuk mengubah dunia? []</p>
<p><em>Sumber gambar: annida-online.com</em></p>
<p>Catatan kaki:</p>
<p>1 Ricklefs, M.C. (1991). A History of Modern Indonesia 1200-2004. London: MacMillan. p. 117.</p>
<p>2 Mahayana, Maman S, Oyon Sofyan (1991). Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern. Jakarta: Grasindo. p. 370.<br />
3 Yudiono (2007). Pengantar Sejarah Sastra Indonesia. Jakarta: Grasindo. p. 167.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/789/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=789&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/02/22/sekilas-sejarah-kesustraan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54d994c62e4826a730f11b87b8269b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belantaraimajinasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/02/historia.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">historia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melacak Tradisi Menulis Kaum Muslim</title>
		<link>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/02/20/melacak-tradisi-menulis-kaum-muslim/</link>
		<comments>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/02/20/melacak-tradisi-menulis-kaum-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 13:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kusnady Ar-Razi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekam Jejak]]></category>
		<category><![CDATA[karya para ulama]]></category>
		<category><![CDATA[peninggalan karya umat islam]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah karya kaum muslim]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah menulis]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://belantaraimajinasi.wordpress.com/?p=784</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Kusnady Ar-Razi Menulis memang ada sejarahnya. Tapi kapan tradisi menulis ini berawal? Tak ada yang mengetahui dengan persis. Banyak yang meyakini jika tradisi menulis sudah dimulai sejak zaman Yunani kuno. Dalam sejarah umat manusia 7 (tujuh) penulis handal zaman yunani kuno seperti Homer (8 SM), Sophocles (496 – 406 SM), Herodotus (484 – 425 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=784&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Kusnady Ar-Razi</strong></p>
<p><a href="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/02/qalam-poetry.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-786" title="qalam-poetry" src="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/02/qalam-poetry.jpg?w=300&h=210" alt="" width="300" height="210" /></a>Menulis memang ada sejarahnya. Tapi kapan tradisi menulis ini berawal? Tak ada yang mengetahui dengan persis. Banyak yang meyakini jika tradisi menulis sudah dimulai sejak zaman Yunani kuno. Dalam sejarah umat manusia 7 (tujuh) penulis handal zaman yunani kuno seperti Homer (8 SM), Sophocles (496 – 406 SM), Herodotus (484 – 425 SM), Eurupides (480 – 406 SM), Hippocrates (460 – 370 SM), Aristophanes (446 – 386 SM), dan Plato (424 – 348 SM)<sup>1</sup> dianggap paling berjasa dalam perkembangan tradisi menulis.</p>
<p>Beberapa karya mereka merupakan yang paling bernilai di dunia Barat. Sebut saja Plato yang terkenal dengan karya “Republik” dan “Simposium”. Murid Socrates ini juga menuliskan pemikiran-pemikiran sang guru, yang terangkum dalam beberapa karya dan membuat filsafat Socrates dikenal hingga sekarang. Gagasan Plato begitu menarik perhatian para cendikiawan Barat. Pasalnya, teori bentuk dan gagasan negara ideal yang dikenalkan Plato dianggap pemikiran paling brilian pada masanya bahkan (mungkin) hingga sekarang.</p>
<p>Bangsa Persia, atau Plato menyebutnya Bangsa Aryan, juga banyak menghasilkan karya dalam kesustraan. Mirip dengan bangsa Arab Jahiliyah, Persia juga merupakan wilayah dimana sastra tumbuh dan berkembang begitu suburnya. Tahun 220 – 670 M, kesustraan Persia mencapai puncaknya pada masa kekuasaan Bani Sassan. Corak kesustraan Bani<span id="more-784"></span> Sassan inilah yang banyak mempengaruhi karya sastra pada masa kekuasaan Islam. Pada masa selanjutnya, banyak sastrawan muslim asal Persia yang menyumbang begitu banyak karya sastra pada saat Islam menaklukkan dan berkembang di Persia.</p>
<p>Sejak awal mula Islam berkembang di Madinah, kegiatan keilmuan tak kalah pesatnya dibanding Persia dan Yunani. Islam telah mendorong umatnya untuk melakukan telaah terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dorongan inilah yang melahirkan tradisi intelektual di kalangan umat Islam. Penelaahan terhadap Al-Qur’an telah melahirkan semangat untuk mengembangkan tradisi ilmu di kalangan sahabat Nabi Saw di Madinah. Maka tak heran kalau Franz Rosenthal penulis buku <em>Knowledge Triumphant </em>(Keagungan Ilmu) dalam Islam menyimpulan bahwa “ilmu adalah Islam”.</p>
<p><em>Ashabu as-Suffah</em> adalah kelompok belajar pertama umat Islam dan sebagai bukti adanya kelompok intelektual yang memulai tradisi keilmuan dalam sejarah Islam. Kelompok ini tentulah berbeda dengan komunitas di Ionia pada masa Yunani, yang menurut orang Barat dianggap sebagai tempat kelahiran kebudayaan Barat. Objek kajian <em>Ashabu as-Suffah</em> adalah wahyu dengan materi kajian yang sangat kompleks. Pada masa inilah banyak kita temukan catatan-catatan yang berisi ribuan hadits Nabi Saw. Abu Hurayrah, Salman Al-Farisi, Ibnu Mas’ud dan Abu Dzar Al-Ghifari adalah sebagian kecil dari alumni madrasah tersebut. Madrasah yang langsung dibimbing oleh Nabi Saw ini begitu berjasa dalam perkembangan tradisi intelektual kaum Muslim pada masa berikutnya.</p>
<p>Tradisi intelektual tidak hanya berhenti di masa Nabi Saw, masa Khulafa’ al-Rasyidun tradisi intelektual justru berkembang lebih pesat. Hal ini seiring dengan menyebarnya di Islam ke luar jazirah Arab. Pada waktu kekhalifahan Umayyah berdiri (tahun 661 M), umat Islam telah menguasai Damascus pusat wilayah terpenting kerajaan Bizantium, Palestina, Suriah, Persia, (635-640 M), Mesir (641 M), Siprus (649 M), Iskandariyah (652 M), Transoxiana, kawasan Asia Barat dan Afrika Utara, dua kawasan yang dulunya jatuh ke tangan Alexander the Great.</p>
<p>Karya-karya ilmiah yang dilahirkan masyarakat Islam mencapai puncaknya pada masa Abbasiyah. Dari Baghdad, menyebar berbagai macam karya-karya dalam berbagai bidang keilmuan. Bidang sains yang dikembangkan oleh umat Islam di zaman Abbasiyah turut mengilhami kajian Sains di dunia Barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Karya Intelektual Di Masa Kekuasaan Islam</strong></p>
<p>Semenjak Nabi Saw memerintahkan para Sahabatnya menuliskan wahyu di tulang-tulang unta atau keledai, batu-batu yang datar dan daun kurma, sejak itulah kegiatan tulis menulis telah dipraktekkan oleh para sahabat. Pada masa itu kita bisa menemukan Ali bin Abi Thalib k.w. memiliki mushaf tersendiri yang merupakan hasil salinannya sendiri dari hafalan yang didapatkan dari Nabi Saw. Begitu pula dengan Ibnu Mas’ud yang telah menyalin Al-Qur’an untuk keperluan pribadi. Tentu saja hasil salinan para sahabat ini telah mendapat persetujuan dari Nabi Saw agar terhindar dari penyimpangan. Dengan demikian, kesustraan Arab terutama Islam dimulai dengan lembaran-lembaran yang tidak mungkin dicipta oleh manusia.</p>
<p>Selain Ali dan Ibnu Mas’ud r.a., Zaid adalah sahabat yang paling sering menulis wahyu atas perintah Nabi Saw. Tidak hanya Zaid yang mendapatkan perintah tersebut, kurang lebih ada enam puluh lima sahabat yang bertindak sebagai penulis wahyu atas perintah Nabi Saw. Di antara mereka yang mendapat penghormatan sebagai pencatat kalam ilahi adalah Abban bin Sa’id , Abu Umama, Abu Ayyub Al-Ansari, Abu Bakr Ash-Shiddiq, Abu Hudzaifah, Abu Sufyan, Abu Salama, Abu Abbas, Ubayy bin Ka’ab, al-Arqam, Usaid bin al-Hudhair, Aus, Buraida, Bashir, Tsabit bin Qais, Ja’far bin Abi Thalib, Jahm bin Sa’d, Suhaim, Hatib, Hudzaifah, Husain, Handzalah, Huwaitib, Kalid bin Sa’id, Khalid bin Walid, Zubair bin Awwam, Zubair bin Arqam, Zain bin Tsabit, Sa’d bin Rabi’, Sa’d bin ‘Ubada, Sa’id bin Sa’id, Shurahbil bin Hasna, Thalhah, ‘Amir bin Fuhaira, ‘Abbas, Abdullah bin al-Arqam, ‘Abdullah bin Abi Bakr, ‘Abdullah bin Rawahah, ‘Abdullah bin Zaid, ‘Abdullah bin Sa’d, ‘Abdullah bin ‘Abdullah, ‘Abdullah bin ‘Amr, ‘Utsman bin ‘Affan, Uqba, al-‘Ala bin Uqba, ‘Ali bin Abi Thalib, ‘Umar bin Khattab, ‘Amr bin al-‘Ash, Muhammad bin Maslama, Mu’adz bin Jabal, Mu’awiyah, Ma’n bin ‘Adi, Mu’aqib bin Mughirah, Mundzir, Muhajir, dan Yazid bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhum.<sup>2</sup></p>
<p>Dalam sebuah kesempatan, Zaid bin Tsabit r.a. pernah dipanggil oleh Nabi Saw ketika ayat Jihad turun. Seraya membawa tinta dan alat tulis, Zaid r.a., atas perintah Nabi Saw, menuliskan ayat yang didiktekan oleh Nabi Saw. Kemudian, sejenak setelah tugas selesai, Zaid r.a. membacakan ulang di depan Nabi Muhammad Saw. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada sisipan kata lain yang masuk ke dalam teks.<sup>4</sup></p>
<p>Penulisan wahyu dalam lembaran-lembaran, telah dilakukan sejak periode Mekkah. Jadi semenjak awal diutusnya Nabi Muhammad Saw, tradisi penulisan Al-Qur’an telah hidup di tengah-tengah umat Islam. Seperti pengakuan Khalid bin al-‘Ash r.a. berikut, ia mengatakan, “Aku adalah orang pertama yang menulis <em>‘Bismillah ar-Rahman ar-Rahim’</em> (Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).”</p>
<p>Untuk membuktikan lagi bahwa Al-Qur’an telah ditulis di masa ini, kita bisa menengok kisah di saat Umar bin Khattab r.a. masuk Islam.</p>
<p>Suatu hari, dalam keadaan marah, ‘Umar menentang pedang yang terhunus hendak memenggal leher Nabi Saw. Sekitar empat puluh orang Sahabat saat itu sedang berkumpul di sebuah rumah di bukit Shafa. Abu Bakar r.a., Hamzah r.a. dan ‘Ali r.a. tampak di antara mereka. Nu’aim secara tak sengaja berpapasan dengan ‘Umar dan menanyakan ke mana ia hendak pergi. “Aku ingin membunuh Muhammad”, jawab ‘Umar. “Ia adalah manusia yang telah membuat orang Quraisy berkhianat terhadap agama nenek moyang mereka, mencaci kehidupan kami, dan menghina tuhan-tuhan kami”, lanjut ‘Umar.</p>
<p>Lantas Nu’aim berkata, “Engkau hanya akan menipu dirimu sendiri wahai ‘Umar”. “Jika engkau menganggap bahwa Bani ‘Abd Manaf mengizinkanmu menapak di bumi ini hendak memutus nyawa Muhammad, maka lebih baik engkau pulang dan temui keluargamu dan selesaikan permasalahan mereka”.</p>
<p>Mendengar perkataan Nu’aim tersebut, ‘Umar kemudian pulang sambil bertanya-tanya apa yang telah menimpa keluarganya. Saat tiba di rumah, ‘Umar bersegera memburu iparnya. Ketika mereka mendengar suara ‘Umar, Khabba lari masuk ke kamar kecil, sedang Fatimah mengambil kertas kulit yang bertuliskan Al-Qur’an dan diletakkan di bawah pahanya. Kemarahan ‘Umar tak tertahankan tatkala mendapati keluarganya telah mengikuti agama Muhammad.</p>
<p>Riwayat yang berakhir dengan masuknya ‘Umar ke dalam agama Islam ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an telah ditulis ketika itu. Selain hafalan, ayat-ayat Allah ini direkam dengan sangat baik oleh para Sahabat dalam catatan pribadi mereka. Tradisi tersebut terus berlangsung hingga wafatnya Nabi Saw.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Karya Intelektual di Masa Khilafah Umayyah</strong></p>
<p>Umat Islam tak pernah habis melahirkan karya-karya intelektual di berbagai bidang. Pada zaman Umayyah (41 &#8211; 132 H / 661 &#8211; 750 M), Damascus sebagai ibu kota negara telah menjadi pusat kegiatan ilmiah umat Islam pada masa itu. Sastra berkembang sangat pesat pada masa Umayyah. Ada tiga tema besar sastra yang berkembang dan bertahan saat itu, yaitu tema <em>al-siyasi</em> (politik), <em>naqaidh</em> (polemik) dan <em>syi’r al-futuh wa al-da’wah al-islamiyyah</em> (perluasan daerah dan dakwah Islamiyyah).<sup>5</sup> Tema-tema tersebut dipengaruhi oleh beberapa peristiwa yang terjadi masa itu. Perang Siffin antara Ali dan Mu’awiyah dan arbritase yang dilakukan kaum Khawarij adalah dua peristiwa besar yang mewarnai tema-tema sastra di zaman Umayyah. Mu’awiyah sendiri pernah menarik para sastrawan untuk berdiri di belakangnya. Berikut adalah contoh syair yang didengungkan para penyair yang memuji kemuliaan khalifah:</p>
<p><em>Apabila di ufuk benar-benar gelap gulita</em></p>
<p><em>Bagi mereka ada jalan keliar dan tempat berlindung</em></p>
<p><em>Kesulitan para musuh dapat ditundukkan</em></p>
<p><em>Jika mereka mampu</em></p>
<p><em>Mereka adalah manusia yang paling mulia kebijaksanaannya</em></p>
<p>Sampai masa khalifah terakhir,  Marwan bin Muhammad (126-132H/ 744-750M), sastra mencapai puncak kejayaaannya pada masa Khilafah Umayyah. Bahkan Marwan pernah memerintahkan Abdul Hamid bin Yahya, seorang ahli esai, untuk menuliskan surat negara dengan bahasa sastra yang indah. Yang membuat surat negara pada saat itu menjadi surat paling panjang dalam sejarah, dan memerlukan seekor unta untuk memanggul surat tersebut dan membawanya ke alamat yang dituju. Gaya baru sastra yang dikenalkan Abdul Hamid bin Yahya disebut <em>tawazun</em> (simetri sastra) dengan tiruan gaya al-Qur’an.</p>
<p>Di Andalusia, pada masa Umayyah juga banyak melahirkan para ahli bahasa dan sastrawan dengan karya-karya yang gemilang. Beberapa di antara mereka adalah:</p>
<ol>
<li>Al-Zabidi. Ia adalah seorang ahli bahasa yang mengembangkan bahasa dan sastra di Andalusia. Karyanya yang terkenal adalah <em>“Mukhtasar al-‘Ain dan Akhbar al-Nahwiyyin”.</em></li>
<li>Ibnu Al-Quthiyah. Ia adalah salah seorang murid dari al-Zabidi. Ibnu Quthiyah telah menunjukkan dirinya sebagai ahli bahasa, sastrawan dan penyair dengan menulis karya yang berjudul <em>“Al-Af’al”</em> dan <em>“Fa’alta wa Af’alat”</em>.</li>
<li>Ali Al-Qali. Penulis buku <em>“Al-Amali”</em> dan <em>“An-Nawadir”</em> ini adalah seorang tokoh besar pada zamannya. Ia tidak hanya menguasai sastra dan bahasa, tetapi juga ilmu hadits. Pada tahun 330 H, al-Nashir pernah mengundang beliau untuk menetap di Cordova. Saat itulah Ali al-Qali mengembangkan tsaqofah Islam hingga ia menemui ajalnya pada tahun 358 H.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Karya Dalam Bidang Fiqh dan Qira’at</strong></p>
<p>Banyak ulama dan pakar fiqh di Andalusia yang sangat terkenal dan berjasa dalam bidang fiqh. Abu Muhammad Ali Ibn Hazm (w.455 H/1063 M) yang akrab dipanggil Ibnu Hazm adalah seorang ulama terkemuka saat itu.<sup>6</sup> Dengan karya yang berjumlah 400 buku yang terdiri dari fiqh, hadits, puisi dan teologi, telah menempatkan beliau dalam jajaran para ulama yang paling produktif pada zamannya. Karangan beliau yang terkenal antara lain, <em>al-Ihkam fi Ushulil Ahkam</em> (Ushul Fiqh), <em>Al-Muhalla</em> (Fiqh), dan <em>Al-Fashl fi al-Milal wa Ahwa fi al-Nihal</em> (ilmu kalam). Atas jasa Ibnu Hazm, mazhab Zhahiri berkembang begitu pesatnya di Andalusia.<sup>7</sup> Selain Ibnu Hazm, ulama lainnya yang hampir menyaingi keproduktifan Ibnu Hazm adalah Abu Amr al-Dani Utsman Ibn Said (w. 444 H/1052 M). Beliau adalah ulama ahli qira’at yang telah menulis 120 kitab, salah satunya adalah <em>al-Muqni’u wa al-Taisir</em>.</p>
<p>Penulis lain yang ikut menyumbangkan karya dalam sejarah Islam di Andalusia adalah Abu Marwan Hayyan bin Khalaf, atau populer dengan panggilan Ibnu Hayyan (987 – 1076 M)<sup>8</sup>. Tidak kurang dari 50 karya telah ditulisnya, satu di antaranya adalah <em>Al-Matin</em> yang terdiri dari 60 jilid.<sup>9</sup> Namun sangat disayangkan, dari sekian banyak karyanya hanya kitab <em>Al-Muqtabis fi Tarikh Rijal Al-Andalus</em> yang dapat diselamatkan.</p>
<p>Abdurrahman bin Khaldun (1332 – 1406) atau akrab dengan sebutan Ibnu Khaldun telah menyumbangkan karya-karya yang luar biasa sejak Islam berkuasa di Spanyol. Sejarawan yang lahir di Tunis ini telah melahirkan karya sejarah yang monumental, <em>Al-Muqaddimah</em>. Kitab inilah yang melambungkan namanya sebagai sejarawan sekaligus sebagai pelopor sosiologi, tidak hanya di Timur tetapi juga di Barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Karya Intelektual di Masa Abbasiyah</strong></p>
<p>Kualitas dan situasi intelektual pada abad ke 8 telah mencapai titik kulminasi di bawah Kekhilafahan Abbasiyah. Para sejarawan bisa mengetahui betapa gemilangnya pencapaian ilmu pengetahuan dunia pada masa itu. Saat Eropa masih bergelut dengan mantra-mantra tukang sihir, kaum Muslim di Baghdad sudah menuangkan pemikiran dan konsep dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan. Situasi intelektual semacam ini tak lepas dari faktor kekuasaan politik. Situasi politik yang mendukung telah memberikan fasilitas pendidikan kepada kaum Muslim dengan didirikannya akademi pendidikan terbesar saat itu, Baytul Hikmah.</p>
<p>Pada awalnya Baytul Hikmah adalah perpustakaan milik Harun Al-Rasyid, bernama Kanzul Hikmah. Kemudian oleh anaknya, Al-Ma’mun mengembangkannya menjadi lembaga pengkajian yang lebih besar. Pada perkembangan selanjutnya, Baytul Hikmah memiliki koleksi sebanyak 600.000 jilid buku.<sup>10</sup> Sangat menakjubkan, karya-karya dari segala bidang dikoleksi dengan baik di dalam Baytul Hikmah, mulai dari karya sastra, kitab tafsir, teologi sampai dengan buku-buku Sains.</p>
<p>Di Baytul Hikmah inilah, tokoh-tokoh intelektual menghasilkan berbagai macam karya-karya ilmiah. Sebagian besar karya-karya mereka yang monumental masih bisa dinikmati hingga sekarang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Karya – karya Intelektual di Bidang Sejarah</strong></p>
<p>Siapa yang tak mengenal Imam At-Thabari dengan karyanya Tarikh Ath-Thabari. Beliau adalah salah satu sejarawan periode Abbasiyah yang paling berjasa dalam menyusun data-data sejarah umat Islam. Ada pula Ibnu Ishaq yang menyusun Sirah Nabi Muhammad Saw<sup>11</sup>, sebagian riwayat-riwayat dalam kitab ini dinukil oleh Ibnu Hisyam pada masa selanjutnya. Selain Ibnu Hisyam, ada puluhan ulama lainnya yang melakukan hal yang sama. Sebagian besar kegiatan sejarawan ini dilakukan di Baytul Hikmah.</p>
<p><strong>Karya – karya Ulama dalam Bidang Hadits dan Tafsir</strong></p>
<p>Ahmad Bin Hanbal yang terkenal sebagai salah satu imam mazhab pada periode Abbasiyah telah berhasil menyusun kitab hadits yaitu al-Musnad. Tidak ketinggalan juga Al-Bukhari, salah satu imam hadits pada masanya, menyusun kitab hadits yang paling direkomendasikan oleh para ulama yaitu Jami’ ash-Shahih. Kitab yang berisi hadits-hadits shahih Nabi Saw ini dikaji oleh generasi Islam dari masa ke masa. Selain Al-Bukhori, tampil pula Ath-Thabari dengan kitab tafsirnya <em>Jami’ul Bayan</em>, Zamakhsyari dengan kitab <em>Al-Kasysyaf</em>, dan Fakhruddin Ar-Razi yang menulis kitab tafsir <em>Mafatihul Ghaib</em>. Yang pasti kebanyakan ilmuwan Muslim pada periode abad 9 hingga 13 memiliki akar pendidikan di Baghdad. Baytul Hikmah benar-benar tampil sebagai <em>think tank</em> terbesar yang tidak bandingannya saat itu.</p>
<p><strong>Karya – Karya Ilmiyah Bidang Sains</strong></p>
<p>Jabir Ibn Hayyan pada masa Abbsiyah telah mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai ahli kimia yang paling gemilang. Berbagai karya ilmiah di bidang kimia telah dihasilkannya. Ada pula Al-Khawarizmi yang menulis buku Al-Jabr wa al-Muqobalah, yang memuat ilmu aljabar untuk pertama kalinya. Al-Khawarizmi pernah ditugaskan oleh Harun Al-Rasyid untuk menerjemahkan naskah-naskah Yunani sambil memperdalam sekaligus mengajar ilmu aljabar, geometri dan astronomi.<sup>12</sup></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Karya Intelektual Muslim Masa ‘Utsmaniyah</strong></p>
<p><strong>             </strong>Masa Kekhilafahan Utsmaniyah (1299 – 1924 M) dikenal sebagai kekhilafahan yang paling aktif melakukan futuhat untuk menyebarkan dakwah Islam. Konstantinopel yang dianggap sebagai simbol kejayaan Barat masa itu berhasil dikuasai. Namun, perkembangan karya intelektual pada masa Utsmaniy tidaklah secemerlang masa Abbasiyah dari segi produktifitas. Aktivitas futuhat telah memalingkan perhatian sebagian sultan Utsmaniy untuk memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan. Aktivitas futuhat yang tinggi yang tidak dibarengi dengan penguatan tsaqofah menyebabkan kerapuhan di dalam kekuasaan Utsmaniy. Yang pada akhirnya, kaum muslimin gagap ketika menghadapi revolusi industri di Eropa.</p>
<p>Walaupun demikian, tidak berarti pada kekhilafahan Utsmaniyah tidak ada sama sekali karya yang ditulis oleh para ‘ulama. Bahkan sejumlah karya dari segi kualitas telah melampaui apa yang telah dicapai oleh para ulama di masa Abbasiyah. Sebut saja seperti <em>Fathul Bariy</em> yang merupakan karya fenomenal dari faqihnya umat ini, Ibnu Hajar Al-‘Asqolani. Sebuah kitab tanpa tanding dalam hal syarah kitab <em>Jami’ ash-Shahih</em> Al-Bukhari ini adalah karya yang isinya tak lekang oleh zaman. Boleh kita katakan kalau kitab ini adalah salah satu karya paling gemilang yang ditulis di masa Kekhilafahan ‘Utsmaniyah.</p>
<p>Ibnu Hajar termasuk ulama dan penulis yang produktif. Beberapa buah tinta emasnya yang lain adalah:</p>
<ul>
<li><em>Ithaf Al-Mahrah bi Athraf Al-Asyrah</em>.</li>
<li><em>An-Nukat Azh-Zhiraf ala Al-Athraf</em>.</li>
<li><em>Ta’rif Ahli At-Taqdis bi Maratib Al-Maushufin bi At-Tadlis (Thaqabat Al-Mudallisin).</em></li>
<li><em>Taghliq At-Ta’liq.</em></li>
<li><em>At-Tamyiz fi Takhrij Ahadits Syarh Al-Wajiz (At-Talkhis Al-Habir).</em></li>
<li><em>Ad-Dirayah fi Takhrij Ahadits Al-Hidayah.</em></li>
<li><em>Fath Al-Bari bi Syarh Shahih Al-Bukhari.</em></li>
<li><em>Al-Qaul Al-Musaddad fi Adz-Dzabbi an Musnad Al-Imam Ahmad.</em></li>
<li><em>Al-Kafi Asy-Syafi fi Takhrij Ahadits Al-Kasyyaf.</em></li>
<li><em>Mukhtashar At-Targhib wa At-Tarhib.</em></li>
<li><em>Al-Mathalib Al-Aliyah bi Zawaid Al-Masanid Ats-Tsamaniyah.</em></li>
<li><em>Nukhbah Al-Fikri fi Mushthalah Ahli Al-Atsar.</em></li>
<li><em>Nuzhah An-Nazhar fi Taudhih Nukhbah Al-Fikr.</em></li>
<li>Komentar dan kritik atas kitab <em>Ulum Hadits</em> karya Ibnu As-Shalah.</li>
<li><em>Hadyu As-Sari Muqqadimah Fath Al-Bari.</em></li>
<li><em>Tabshir Al-Muntabash bi Tahrir Al-Musytabah.</em></li>
<li><em>Ta’jil Al-Manfaah bi Zawaid Rijal Al-Aimmah Al-Arba’ah.</em></li>
<li><em>Taqrib At-Tahdzib.</em></li>
<li><em>Tahdzib At-Tahdzib.</em></li>
<li><em>Lisan Al-Mizan.</em></li>
<li><em>Al-Ishabah fi Tamyiz Ash-Shahabah.</em></li>
<li><em>Inba’ Al-Ghamar bi Inba’ Al-Umur.</em></li>
<li><em>Ad-Durar Al-Kaminah fi A’yan Al-Miah Ats-Tsaminah.</em></li>
<li><em>Raf’ul Ishri ‘an Qudhat Mishra.</em></li>
<li><em>Bulughul Maram min Adillah Al-Ahkam.</em></li>
<li><em>Quwwatul Hujjaj fi Umum Al-Maghfirah Al-Hujjaj.</em></li>
</ul>
<p>Sederetan karya tersebut menunjukkan betapa seriusnya Ibnu Hajar menuangkan harta paling berharganya dalam pahatan karya. Betapa luas ilmunya yang jika dituliskan bisa menjadi puluhan bahkan ratusan kitab berjilid. Dan menurut informasi dari muridnya, Asy-Syakhawi, Ibnu Hajar telah menuliskan 270 kitab. Semoga Allah Swt membalas seluruh jasa Ibnu Hajar atas umat Islam. Selain Ibnu Hajar, beberapa ulama lain yang telah menyumbangkan kontribusinya patut disebutkan satu persatu, di antara mereka yang masyhur adalah:</p>
<ol>
<li><em>Syeikh Hasan Ali Ahmad As-Syafi’i </em>yang dimasyhurkan dengan<em> Al-Madabighy, Jam’ul  Jawami </em>dan syarah <em> Ajrumiyah </em>(wafat tahun 1170 H. = 1756M.)</li>
<li><em>2.       </em><em>Ibnu Hajar Al-Haitsami </em>(wafat tahun 975H. = 1567M.) pengarang <em>Tuhfah. </em></li>
<li><em>Syamsuddin Ramali </em>(wafat tahun 1004H. = 1959H.) pengarang Nihayah</li>
<li><em>Muhammad bin Abdur Razak</em>,<em> Murtadla Al-Husainy Az-Zubaidy</em>, pengarang syarah<em> Al-Qamus</em>, bernama <em>Tajul Urus </em>(wafat tahun 1205H. = 1790M.).</li>
<li><em> Abdur Rahman Al-Jabarity </em>(wafat tahun 1240H. = 1825M.), pengarang kitab tarikh Mesir, bernama <em> Ajaibul-Atsar Fit-Tarajim Wal-Akhbar.</em></li>
<li><em>6.      </em><em>Syekh Hasan Al-Kafrawy As-Syafi’i Al-azhary (</em>wafat tahun 1202H. = 1787M.) pengarang kitab nahwu Syarah<em> Ajrumiyah, </em>barnama <em>Kafrawy.</em></li>
<li><em>Syeikh Sulaiman bin Muhamad bin Umar Al-Bijirmy As-Syafi’i </em>(wafat tahun 1212H. =1806M.), pengarang syarah-syarah dan hasyiah-hasyiah</li>
<li><em>Syeikh Hasan Al-Attar </em>(wafat tahun 1250H. = 1834M.), ahli ilmu pasti dan ilmu kedokteran</li>
<li><em>Syeikh Muhammad bin Ahmad bin Arfah Ad-Dusuqy Al-Maliki </em>(wafat tahun 1230H. =1814M.) ahli filsafat dan Imu falak serta ahli ilmu ukur.</li>
<li><em>Syeikh Yusuf An-Nabhani, </em>beliau merupakan penulis dari 75 kitab yang terkenal di masa pemerintahan Utsmaniy, di antaranya adalah kitab <em>Jami’u Karomatil Auliya’</em> yang terdiri dari dua jilid tebal.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bagaimana Dengan Kita?</strong></p>
<p>Seperti yang telah dipaparkan, sumbangsih para ulama dan kaum intelektual dalam sejarah Islam sudah tak terhitung. Nah, bagaimana dengan kita? Jika mau disebut sebagai generasi pewaris peradaban tentu saja tradisi menulis tidak bisa kita tinggalkan. Sebab itulah tradisi generasi terbaik, tradisi yang telah mengantarkan umat Islam ke puncak kegemilangan.</p>
<p><em>“&#8230;Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tiada harganya. Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, ia akan tetap tinggal di bumi&#8230;”</em> (Ar Ra’d 17).</p>
<p>Tinggalkanlah jejak kita di dunia dalam bait-bait kalimat kebaikan, pahatkanlah ia dalam sebuah karya, dan biarkan ia tumbuh menjadi dzarrah kebaikan. Agar kelak ketika kita berada di alam barzakh, ia tetap mengalirkan pahala yang tiada henti.<br />
<strong></strong></p>
<p>Catatan Kaki:</p>
<p>1 <a href="http://www.smartnewz.info/2011/08/7-penulis-handal-di-zaman-yunani-kuno.html">http://www.smartnewz.info/2011/08/7-penulis-handal-di-zaman-yunani-kuno.html</a></p>
<p>2 <a href="http://id.shvoong.com/humanities/history/2074194-sejarah-peradaban-yunani/#ixzz1ZvU8vuXQ">http://id.shvoong.com/humanities/history/2074194-sejarah-peradaban-yunani/#ixzz1ZvU8vuXQ</a></p>
<p>3 Muhammad Musthafa Al-‘Azami, “The History of The Qur’anic Text”, Penerbit GIP, Jakarta, hal. 72</p>
<p>4 ibid, hal. 73</p>
<p>5<a href="http://jurnallingua.com/edisi-2006/4-vol-1-no-1/28-perkembangan-sastra-di-era-bani-umayyah-analisa-kritis-strukturalisme-genetik.html">http://jurnallingua.com/edisi-2006/4-vol-1-no-1/28-perkembangan-sastra-di-era-bani-umayyah-analisa-kritis-strukturalisme-genetik.html</a></p>
<p>6 Muhammad Abu Zahrah, <em>Muhadlarat fi Tarikh al</em><em> </em><em>Madzahib</em><em> </em><em>al Fiqhiyyah,</em><em> </em>(Jam’iyyah al Dirasat al Islamiyyah, t.th), h. 383.</p>
<p>7 Atang Abdul Hakim, <em>Sumber</em><em> </em><em>Hukum</em><em> </em><em>Islam</em><em> </em><em>MenurutIbn Hazm</em><em> </em><em>dalam</em><em> </em><em>Prespektif</em><em> </em><em>Sejarah</em><em> </em><em>HukumIslam,</em><em> </em>Bandung : Pusat Penelitian IAIN Sunan Gunung Djati, 1997.</p>
<p>8 Tata Septayuda, Khazanah Peradaban Islam, Penerbit Tinta Medina, hal. 24</p>
<p>9 Ibid, hal. 25</p>
<p>10 Majalah Islamia, volume V no. 1, 2009. Hal. 96</p>
<p>11 ibid</p>
<p>12 Tata Septayuda, Khazanah Peradaban Islam, hal. 8</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/belantaraimajinasi.wordpress.com/784/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=belantaraimajinasi.wordpress.com&#038;blog=11997003&#038;post=784&#038;subd=belantaraimajinasi&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://belantaraimajinasi.wordpress.com/2012/02/20/melacak-tradisi-menulis-kaum-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/54d994c62e4826a730f11b87b8269b19?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">belantaraimajinasi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://belantaraimajinasi.files.wordpress.com/2012/02/qalam-poetry.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">qalam-poetry</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
